Berita

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Waketum MUI Titip Tujuh Catatan untuk Kapolri Suyudi

JUMAT, 02 OKTOBER 2026 | 14:36 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menaruh sejumlah harapan kepada Kapolri baru Jenderal Suyudi Ario Seto. 

Wakil Ketua MUI Anwar Abbas berharap kepolisian semakin dipercaya dan dicintai masyarakat. Menurutnya, peran kepolisian sangat strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban. 

Karena itu, hal-hal baik yang sudah berjalan perlu dipertahankan, sementara berbagai persoalan yang merusak citra Polri harus dibenahi.


"Harapan kita, di bawah kepemimpinan Kapolri yang baru, hal-hal yang baik dipertahankan dan yang merusak citra kepolisian dihilangkan," kata Anwar kepada wartawan, Jumat, 2 Oktober 2026.

Pria yang akrab disapa Buya Anwar ini kemudian menyampaikan sejumlah persoalan yang menurutnya masih menjadi keluhan masyarakat. Pertama, praktik pungutan liar dalam pengurusan SIM, STNK, maupun tilang damai di jalan.

Kedua, Buya Anwar juga menyoroti penegakan hukum yang dinilainya masih menghadapi persoalan perlakuan tebang pilih serta dugaan kekerasan dalam proses interogasi.

"Ketiga, masyarakat yang melapor jangan sampai justru merasa terintimidasi atau laporannya tidak ditindaklanjuti. Keempat, penanganan demonstrasi juga harus dilakukan secara manusiawi dan tidak berlebihan," ujarnya.

Buya Anwar juga meminta Kapolri memberi perhatian terhadap dugaan keterlibatan oknum kepolisian dalam aktivitas ilegal, termasuk tambang ilegal, kegiatan terlarang, dan tempat hiburan yang dinilai merusak moral masyarakat.

Selain itu, ia menyoroti dugaan kriminalisasi terhadap masyarakat dengan menggunakan pasal-pasal tertentu dalam peraturan perundang-undangan, termasuk UU ITE.

Persoalan lain yang disampaikan Anwar adalah penanganan konflik lahan antara masyarakat dengan perusahaan, termasuk di sektor perkebunan sawit dan pertambangan.

"Ketika terjadi konflik lahan atau konflik antara buruh dan perusahaan, kepolisian harus benar-benar berdiri untuk menegakkan hukum dan melindungi hak masyarakat, bukan berpihak kepada kepentingan pengusaha besar," tegas Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini.

Lebih jauh, Buya Anwar berharap berbagai persoalan tersebut dapat dibenahi di era kepemimpinan Suyudi. Ia ingin Polri tampil lebih humanis, adil, dan dekat dengan masyarakat.

"Mudah-mudahan dengan Kapolri yang baru, berbagai masalah yang selama ini dikeluhkan masyarakat dapat ditanggulangi dengan baik, sehingga kepolisian benar-benar dipercaya dan dicintai seluruh rakyat," pungkasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya