Berita

Ilustarsi (Artificial Intelligence)

Bursa

Laba Apollo Global (BOGA) Merosot 59,9 Persen, Saham Masih di Rp1.550

JUMAT, 02 OKTOBER 2026 | 13:58 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

PT Apollo Global Interactive Tbk (BOGA) membukukan laba bersih Rp2,45 miliar hingga 30 Juni 2026. Capaian tersebut merosot 59,9 persen dibandingkan laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,11 miliar.

Dalam keterbukaan informasi yang dikutip redaksi Jumat 2 Oktober 2026, disebutkan bahwa penurunan laba terjadi di tengah penyusutan pendapatan perseroan. Hingga semester I-2026, pendapatan BOGA tercatat Rp149,87 miliar, turun 25,9 persen dari Rp202,28 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Meski pendapatan turun, laba kotor justru meningkat menjadi Rp35,48 miliar dari sebelumnya Rp20,87 miliar. Hal ini seiring dengan penurunan beban pokok pendapatan menjadi Rp114,39 miliar dari Rp181,03 miliar.


Namun, kinerja tersebut belum mampu menopang laba bersih. Beban keuangan meningkat menjadi Rp12,08 miliar dari Rp11,82 miliar, sementara pendapatan lainnya anjlok menjadi Rp2,3 miliar dari Rp22,69 miliar. Laba per saham dasar pun turun menjadi Rp0,64 dari sebelumnya Rp1,61.

Dari sisi neraca, total aset BOGA per 30 Juni 2026 tercatat Rp737,44 miliar, turun dari Rp788,96 miliar pada akhir 2025. Sementara itu, liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp273,39 miliar dari Rp327,46 miliar, sedangkan ekuitas meningkat menjadi Rp464,05 miliar dari Rp461,5 miliar.

Di tengah kinerja keuangan tersebut, saham BOGA pada perdagangan Jumat 2 Oktober 2026 hingga pukul 11.30 WIB terpantau masih bertahan di level Rp1.550 per saham. Harga pembukaan, tertinggi, dan terendah tercatat sama di level tersebut.

Aktivitas perdagangan memang meningkat dibandingkan sehari sebelumnya. Volume transaksi mencapai 200 lot dengan nilai Rp310.000 dalam dua kali transaksi, atau dua kali lipat dari perdagangan Kamis 1 Oktober 2026 yang mencatat volume 100 lot dan nilai Rp155.000. Namun, peningkatan aktivitas tersebut belum mengubah harga saham BOGA yang masih stagnan di Rp1.550.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya