Berita

Ilustasi (Artificial Intelligence)

Bursa

Penjualan Lesu, Saham Nike Merosot Tajam

JUMAT, 02 OKTOBER 2026 | 13:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham Nike merosot sekitar 3 persen dalam perdagangan setelah jam bursa. Penurunan ini terjadi meski laba per saham (EPS) perusahaan berhasil melampaui ekspektasi analis, karena pendapatan justru meleset dari perkiraan pasar.

Tekanan tersebut terutama berasal dari penjualan yang melemah, dengan China Raya menjadi salah satu sumber masalah terbesar. Kondisi ini kembali menjadi tantangan bagi upaya Nike memulihkan pertumbuhan bisnisnya. Sepanjang tahun ini, saham Nike bahkan telah merosot lebih dari 40 persen.

Pada kuartal pertama fiskal 2027, Nike mencatat EPS sebesar 0,48 Dolar AS, lebih tinggi dari perkiraan analis sebesar 0,43 Dolar AS. Namun, pendapatan turun 4 persen menjadi 11,21 miliar Dolar AS, di bawah ekspektasi 11,32 miliar Dolar AS. Laba bersih juga turun 2 persen menjadi 712 juta Dolar AS dari 727 juta Dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.


China Raya menjadi titik tekanan terbesar dengan pendapatan yang anjlok 26 persen. Sebaliknya, pendapatan di Amerika Utara mencapai 5,13 miliar Dolar AS, sedikit di atas perkiraan 5,11 miliar Dolar AS. Margin laba kotor juga tercatat 42,8 persen, lebih tinggi dari perkiraan 42,4 persen.

Tekanan juga terlihat pada bisnis pakaian olahraga yang menyumbang hampir setengah pendapatan kuartalan Nike. Penjualan segmen tersebut turun dalam kisaran dua digit rendah. CEO Nike Elliott Hill mengatakan perusahaan perlu menghadirkan lebih banyak kreativitas pada produk pakaian olahraga untuk kembali meningkatkan minat konsumen.

Untuk memperbaiki kinerja bisnis, Nike meluncurkan program restrukturisasi bernama Pace. Program ini mencakup modernisasi rantai pasok, perubahan struktur organisasi menjadi tiga wilayah geografis, pembangunan kampus baru di India, serta perubahan cara kerja dan struktur tenaga kerja.

Restrukturisasi tersebut akan menghapus sejumlah posisi, dengan PHK dijadwalkan mulai 2027. Nike belum mengungkap jumlah pekerja yang terdampak, tetapi menargetkan program Pace menghasilkan penghematan sekitar 2,5 miliar Dolar AS hingga tahun fiskal 2031. Untuk fiskal 2027, Nike masih memperkirakan pendapatan turun dalam kisaran satu digit tinggi, dengan EPS yang disesuaikan sebesar 1,15-1,35 Dolar AS.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya