Berita

DPRK Nabire melaporkan dugaan tambang ilegal ke Satgas PKH. (Foto: Dok. Pribadi)

Hukum

Dugaan Tambang Ilegal Wapoga Belum Tuntas, Satgas PKH Didesak Beri Kejelasan

JUMAT, 02 OKTOBER 2026 | 12:51 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nabire melaporkan dugaan aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Wapoga kepada Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

Laporan tersebut disampaikan setelah DPRK Nabire melakukan kunjungan ke Wapoga pada 10 September 2026 untuk menindaklanjuti informasi dari masyarakat terkait aktivitas pertambangan di kawasan tersebut.

Dua hari kemudian, DPRK Nabire bersama perwakilan Kepala Suku Besar Burate bertemu Komandan Satgas PKH Papua Tengah Kolonel Inf. Anjuanda Pardosi. Pertemuan itu membahas laporan serta langkah penanganan dugaan aktivitas pertambangan di Wapoga.


Satgas PKH kemudian dilaporkan bergerak menuju lokasi pada 18 September 2026. Namun, rombongan kembali ke Nabire tanpa mencapai titik yang diduga menjadi lokasi aktivitas pertambangan.

Kondisi tersebut membuat masyarakat adat mempertanyakan perkembangan penanganan laporan. Mereka meminta penjelasan mengenai kendala di lapangan serta kepastian langkah selanjutnya.

Kepala Suku Besar Burate, Pilep Burate, bahkan menyatakan keberatan apabila Satgas PKH kembali turun ke lokasi dan berdampak pada aktivitas perusahaan yang selama ini dinilai menopang perekonomian masyarakat.

"Kami menolak keras Satgas PKH turun lagi ke lokasi kami di Wapoga. Lokasi ini adalah piring makan masyarakat. Kebutuhan warga selama ini dipenuhi dari keberadaan perusahaan, jadi tidak boleh ada pembersihan lagi di kawasan operasional," ujar Pilep dalam keterangannya, Jumat, 2 Oktober 2026.

Keberatan serupa disampaikan Wakil Kepala Suku Moi dari Kampung Tanah Merah, Dusun Iwom, Nikodemus Orepa.

Ia mengatakan dua perusahaan yang beroperasi di kawasan Ular Merah dan Kalibasa selama ini turut memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama di bidang pangan, kesehatan, dan pendidikan.

"Selama ini masyarakat Suku Moi terjamin karena ada dua perusahaan di Ular Merah dan Kalibasa. Kami butuh makan, layanan kesehatan, dan pendidikan untuk anak-anak. Pemerintah dulu belum jangkau kami karena belum kenal, tetapi sejak perusahaan masuk, keberadaan kami mulai dikenal," kata Nikodemus.

Karena itu, masyarakat adat meminta penertiban tidak mengabaikan dampak sosial dan ekonomi bagi warga. Mereka juga berharap kerja sama dengan perusahaan yang telah beroperasi tetap dipertimbangkan.

Masyarakat kini menunggu kejelasan hasil pergerakan Satgas PKH pada 18 September lalu serta tindak lanjut atas laporan DPRK Nabire terkait dugaan aktivitas pertambangan ilegal di Wapoga.

Bagi masyarakat adat, penanganan persoalan tersebut tidak hanya menyangkut penertiban kawasan hutan, tetapi juga kepastian penghidupan dan perlindungan hak masyarakat adat.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya