Berita

Seorang warga berinisil WIL (Kiri) tengah berjuang mendapatkan keadilan terkait persoalan jual beli rumah warisan keluarganya (Foto: Dokumen RMOL)

Hukum

Perjuangan 11 Tahun Demi Rumah Warisan, Warga Ini Menangis Minta Keadilan ke Presiden

JUMAT, 02 OKTOBER 2026 | 12:48 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Seorang warga berinisial WIL tengah berjuang keras mendapatkan keadilan terkait persoalan jual beli rumah warisan keluarganya.

WIL menyebutkan bahwa masalah tersebut telah berlangsung selama 11 tahun sejak laporan polisi dibuat pada 2015 dan terus berlanjut hingga tahap persidangan. Dalam proses persidangan, ia mengungkapkan adanya perbedaan pendapat (dissenting opinion) di antara majelis hakim.

"Putusan pidana itu terjadi dissenting opinion, yaitu ketua majelis menyatakan terdakwa bersalah, namun ada dua anggota yang menyatakan bebas," kata WIL kepada wartawan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat 2 Oktober 2026. 


Perkara ini bermula dari sengketa jual beli rumah yang merupakan harta warisan, di mana proses transaksi tersebut tidak ditandatangani oleh seluruh ahli waris yang sah.

Dari situ, WIL menyoroti pertimbangan hukum dalam putusan Pengadilan Negeri Pontianak yang menurutnya menggunakan sejumlah yurisprudensi terkait status harta dalam perkawinan. WIL menilai terdapat perbedaan antara isi yurisprudensi yang ia temukan saat melakukan penelusuran dengan uraian yang tertuang dalam pertimbangan putusan pengadilan.

"Kami merasa ada ketidakadilan. Langkah yang kami lakukan adalah menyurati Badan Pengawasan Mahkamah Agung (Bawas MA) dan Komisi Yudisial," ujar WIL.

Sambil menceritakan kisahnya, WIL tak kuasa menahan emosi dan menangis. Ia mengaku sudah lelah menghadapi kasus ini dan memohon kepada Presiden Prabowo Subianto agar persoalan yang dihadapinya mendapat perhatian serta penyelesaian yang adil.

"Saya memohon kepada Bapak Presiden kita yang ke-8, Bapak Prabowo Subianto, untuk memberikan kami keadilan," ucapnya dengan nada pilu.

Selain kepada Presiden, WIL mengaku telah mengadu dan bersurat ke berbagai lembaga negara, di antaranya Sekretariat Negara, Sekretariat Kabinet, Kejaksaan Agung, Komisi Yudisial, Badan Pengawasan Mahkamah Agung, Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas), Komisi Kejaksaan, hingga Kantor Staf Presiden.


Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya