Berita

Pegawai di industri tekstil Jawa Timur. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Industri

PMI Manufaktur RI Balik Ekspansi, Tertinggi dalam Tujuh Bulan

JUMAT, 02 OKTOBER 2026 | 10:24 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Aktivitas manufaktur Indonesia kembali menunjukkan ekspansi pada September 2026 setelah sempat terkontraksi pada bulan sebelumnya.

Berdasarkan data Purchasing Managers' Index (PMI) yang dirilis S&P Global pada Kamis, 1 Oktober 2026, PMI manufaktur Indonesia tercatat 52,4 pada September 2026. Angka tersebut meningkat dari 49,8 pada Agustus 2026.

Capaian PMI September sekaligus menjadi yang tertinggi sejak Februari 2026 atau dalam tujuh bulan terakhir.


Plt. Kepala Bagian Komunikasi, Layanan Informasi, dan Manajemen Pengetahuan Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kementerian Keuangan Elang Tomi Ariefianto mengatakan, penguatan aktivitas manufaktur berlangsung secara menyeluruh, mulai dari permintaan hingga produksi.

"Penguatan berlangsung secara menyeluruh, tercermin dari membaiknya permintaan, termasuk ekspor yang tumbuh dengan laju terkuat sejak Mei 2022 diikuti meningkatnya produksi, tenaga kerja, aktivitas pembelian, dan persediaan input," kata Elang dalam keterangannya, Jumat, 2 Oktober 2026.

Menurutnya, pelaku usaha juga masih optimis terhadap prospek produksi dalam 12 bulan ke depan. Optimisme tersebut ditopang ekspektasi peningkatan permintaan, proyek baru, ekspansi usaha, serta harga bahan baku yang lebih stabil.

Kondisi manufaktur sejumlah negara mitra dagang Indonesia juga menunjukkan ekspansi. PMI Thailand tercatat 54,3, China 52,1, dan Amerika Serikat 57,0.

"Perkembangan tersebut membuka peluang peningkatan permintaan eksternal yang dapat mendukung keberlanjutan ekspansi manufaktur Indonesia," ujar Elang.

Ferry menambahkan, prospek ekonomi nasional juga ditopang oleh masih kuatnya aktivitas domestik. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Agustus 2026 mencapai 118,5, meningkat dari 116,8 pada Juli.

Penjualan ritel tumbuh 0,5 persen (yoy), sementara penjualan mobil dan sepeda motor masing-masing tumbuh 32,4 persen dan 3,2 persen. Penjualan semen domestik juga tumbuh 6,4 persen dan penjualan listrik meningkat 8,4 persen secara tahunan.

"Pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus menciptakan ruang bagi akselerasi pertumbuhan melalui pengendalian harga dan perlindungan daya beli masyarakat, penguatan aktivitas sektor riil dan investasi, serta peningkatan daya saing perekonomian," tandasnya.


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya