Berita

Ilustrasi. (Foto: RMOL/Reni Erina)

Finansial

Rupiah Menguat Usai PMI Manufaktur RI Masuk Zona Ekspansi

JUMAT, 02 OKTOBER 2026 | 10:17 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar Rupiah kembali menguat pada perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026.

Mengutip data Bloomberg pukul 10.00 WIB, Rupiah menguat 51 poin atau 0,28 persen ke level Rp17.915 per Dolar AS.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan Rupiah ditopang oleh sejumlah sentimen domestik, salah satunya aktivitas manufaktur Indonesia yang kembali masuk zona ekspansi pada September 2026.


Berdasarkan data Purchasing Managers' Index (PMI) yang dirilis S&P Global pada Kamis, 1 Oktober 2026, PMI manufaktur Indonesia tercatat 52,4 pada September 2026. Angka ini meningkat dari 49,8 pada Agustus 2026.

"Indeks PMI di September yang mencapai 52,4 ini adalah yang tertinggi sejak Februari 2026 atau tujuh bulan," kata Ibrahim dalam risetnya.

Sentimen positif lainnya berasal dari kinerja perdagangan Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2026 surplus sebesar 3,55 miliar Dolar AS.

Surplus tersebut ditopang oleh nilai ekspor yang mencapai 26,61 miliar Dolar AS, melampaui impor sebesar 23,06 miliar Dolar AS.

Adapun ekspor Indonesia pada Agustus 2026 tumbuh 6,72 persen secara tahunan. Sejumlah komoditas turut menopang kinerja ekspor, di antaranya nikel yang meningkat 51,67 persen dan aluminium yang melonjak 206,78 persen secara tahunan.

Sementara itu, impor Indonesia tercatat 23,06 miliar Dolar AS atau tumbuh 19,09 persen dibandingkan Agustus 2025. Impor nonmigas juga meningkat 17,20 persen menjadi 19,53 miliar Dolar AS.

Dari dalam negeri, tekanan terhadap Rupiah masih berasal dari perkembangan inflasi. BPS mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi 0,30 persen secara bulanan pada September 2026.

Secara tahunan, inflasi September tercatat 3,28 persen. Kenaikan harga sejumlah bahan pangan serta bahan bakar nonsubsidi menjadi salah satu sumber tekanan terhadap harga.

Meski Rupiah kembali menguat pada awal perdagangan, Ibrahim memperkirakan pergerakan mata uang Garuda masih akan fluktuatif dengan kecenderungan melemah.

"Mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.960-Rp18.030," pungkasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya