Berita

Ilustrasi

Bursa

IHSG Kembali Tertekan, 10 Menit Perdagangan Langsung Jatuh di Bawah 6.000

JUMAT, 02 OKTOBER 2026 | 09:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di bawah level psikologis 6.000 pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat pagi, 2 Oktober 2026.

Sempat dibuka menguat 33,34 poin atau 0,55 persen ke posisi 6.042,85, IHSG kemudian berbalik arah. Hanya sekitar 10 menit setelah perdagangan dibuka, indeks turun 25,91 poin atau 0,41 persen ke level 5.987.

Dalam perdagangan pagi ini, IHSG bergerak cukup volatil dengan rentang 5.981 hingga 6.044.


Tekanan terhadap indeks terjadi setelah hampir seluruh sektor saham bergerak melemah. Pelemahan melanda sektor energi, konsumer primer, material dasar, konsumer nonprimer, industri, infrastruktur, kesehatan, keuangan, teknologi hingga transportasi.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar turut menjadi pemberat IHSG. Saham MORA, AMMN, BREN, TPIA, dan BRPT tercatat mengalami tekanan. Pelemahan juga terjadi pada PACK, FORU hingga GOTO.

Di sisi lain, sejumlah saham justru mencatat kenaikan tajam pada perdagangan pagi. BLTZ dan BSWD masing-masing menguat 25 persen menjadi Rp3.600.

Tekanan terhadap IHSG melanjutkan pelemahan pada perdagangan sebelumnya. Kamis 1 Oktober 2026, IHSG ditutup anjlok 61,64 poin atau 1,02 persen ke level 6.009.

Pada perdagangan tersebut, investor asing juga masih mencatatkan aksi jual bersih saham atau net sell sebesar Rp241,85 miliar. Penjualan bersih terbesar terjadi pada BMRI senilai Rp68,49 miliar, disusul GOTO Rp68,25 miliar dan BBRI Rp41,12 miliar.

Pelemahan IHSG kemarin juga berlangsung di tengah rendahnya nilai transaksi harian yang hanya mencapai Rp9,63 triliun. Mayoritas sektor saham berakhir di zona merah.

Sektor teknologi menjadi sektor dengan penurunan terdalam, yakni 3,93 persen. 

Berikutnya sektor transportasi melemah 2,02 persen, material dasar turun 1,99 persen, industri turun 1,81 persen, properti turun 1,17 persen, infrastruktur turun 0,83 persen, kesehatan turun 0,64 persen, dan konsumer primer turun 0,10 persen. Sektor keuangan stagnan, sementara sektor energi masih mampu menguat tipis 0,32 persen.


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya