Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam pembukaan ajang Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI 2026 (Foto: Kemenag)
. Kementerian Agama (Kemenag) resmi memperkenalkan Satuan Karya (Saka) Amal Bakti bertepatan dengan pembukaan ajang Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026.
Peresmian yang berlangsung di Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Kamis malam, 1 Oktober 2026 tersebut dilakukan secara langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar di hadapan ribuan santri dari seluruh penjuru Tanah Air.
Sebagai wadah binaan Kementerian Agama, Saka Amal Bakti diposisikan untuk membekali Pramuka Penegak dan Pandega dengan keahlian khusus di sektor keagamaan serta pengabdian masyarakat.
Direktur Jenderal Pesantren Basnang Said menggarisbawahi bahwa kehadiran satuan karya ini berfungsi sebagai sarana krusial bagi para santri untuk mengaplikasikan ilmu kepesantrenan mereka ke dalam bentuk aksi nyata di tengah masyarakat. Nilai-nilai luhur seperti kemandirian, kedisiplinan, dan empati sosial yang ditempa di pesantren didorong untuk memberikan dampak luas bagi umat. Lebih lanjut, Basnang turut memotivasi para santri agar mengambil peran aktif sebagai pelopor penjaga lingkungan sekaligus agen antikekerasan.
Sementara itu, dalam arahannya, Menag Nasaruddin Umar mendorong para peserta agar tumbuh menjadi sosok qowiyyul amin --pribadi yang tangguh sekaligus memiliki integritas tinggi.
Ia menyebut esensi kepramukaan sangat selaras dengan prinsip keteladanan Nabi Muhammad SAW, mulai dari ketahanan fisik, penguasaan bahasa, hingga kesederhanaan hidup.
"Seandainya Rasulullah hidup bersama kita sekarang, pasti beliau akan bangga menyaksikan anak-anak kepramukaan kita," ungkap Menag.
Menag juga berpesan agar para santri senantiasa membawa keteduhan dan menghindari tindakan provokatif dalam menghadapi berbagai persoalan.
"Jangan mengharimaukan kucing, dan jangan membuayakan cicak. Moderator mencari cara-cara yang moderat, bukan provokator yang memperkeruh masalah," tegasnya.
Menag juga menuntut kader pramuka dan santri untuk senantiasa bersikap proaktif, berani mengambil inisiatif, serta siap mengemban estafet kepemimpinan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. "Yang paling siap menjadi pemimpin bangsa yang sangat plural adalah santri," pungkas Menag.
Penyelenggaraan PPSN VI 2026 ini dijadwalkan berlangsung hingga 6 Oktober 2026. Acara pembukaan tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, para pejabat tinggi Kementerian Agama, pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, pimpinan wilayah Kemenag dan Kwarda Jatim, jajaran Forkopimda, Wakil Bupati Malang, serta para pengasuh Pondok Pesantren An-Nur I dan II.