Berita

Ilustrasi

Bursa

Bursa Asia Dibuka Variatif, Hang Seng dan Nikkei Anjlok

JUMAT, 02 OKTOBER 2026 | 08:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Asia bergerak variatif pada perdagangan Jumat pagi, 2 Oktober 2026. Sejumlah indeks utama kawasan melemah, sementara sebagian lainnya masih mampu bertahan di zona hijau.

Di Jepang, Nikkei 225 turun 532,52 poin atau 0,77 persen menjadi 68.424,20 pada sekitar pukul 10.18 waktu setempat. TOPIX juga melemah 0,77 persen ke 4.100,17. Nikkei sempat menyentuh level tertinggi 68.741,49 setelah dibuka di 68.313,46.

Sebaliknya, pasar saham Korea Selatan bergerak positif. KOSPI naik 17,50 poin atau 0,25 persen ke 6.988,85 pada sekitar pukul 10.14 waktu setempat. KOSDAQ juga menguat 0,66 persen ke 900,20 pada perdagangan sebelumnya.


Tekanan lebih besar terlihat di Hong Kong. Hang Seng Index merosot 609,66 poin atau 2,48 persen ke 24.003,61 pada sekitar pukul 09.34 waktu setempat. Indeks sempat turun hingga 23.958,39.

Sementara itu, bursa Australia masih bergerak menguat. S&P/ASX 200 naik 27,20 poin atau 0,32 persen menjadi 8.641,60 pada sekitar pukul 11.34 waktu setempat.

Pergerakan bursa regional tersebut menjadi salah satu perhatian investor domestik setelah IHSG pada perdagangan Kamis 1 Oktober 2026 ditutup turun 1,02 persen ke level 6.009. Tekanan juga tercermin dari iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) yang diperdagangkan di New York Stock Exchange, yang melemah 1,25 persen menjadi 11,61 Dolar AS.

Dengan kondisi tersebut, IHSG pada perdagangan Jumat diperkirakan masih menghadapi tekanan jual.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya