Berita

Dialog Sosial Mengawal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan yang Adil Bagi Semua yang diselenggarakan KSPSI, Kamis 1 Oktober 2026 (Foto: Istimewa)

Pemerintahan

Pemerintah dan DPR Pastikan Aspirasi Buruh Masuk RUU Ketenagakerjaan

JUMAT, 02 OKTOBER 2026 | 07:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rancangan Undang-Undang (RUU) Pelindungan Ketenagakerjaan yang tengah digodok pemerintah bersama DPR dirancang untuk mengakomodasi berbagai aspirasi pekerja dan buruh. 

Regulasi ini diharapkan menjadi payung hukum yang lebih adil dan komprehensif bagi dunia ketenagakerjaan.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan pemerintah dan Panitia Kerja (Panja) DPR terus menyelaraskan berbagai masukan dari elemen buruh dalam proses penyusunan RUU tersebut.


"Insya Allah undang-undang yang akan kita miliki ini adalah yang terbaik buat kita. Tugas kami, pemerintah dan DPR melalui tim Panja, merumuskan dan menyelaraskan semua aspirasi yang masuk," ujar Yassierli dalam Dialog Sosial Mengawal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan yang Adil Bagi Semua yang diselenggarakan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Kamis 1 Oktober 2026.

RUU tersebut dirancang mengatur persoalan ketenagakerjaan dari hulu hingga hilir. Cakupannya antara lain penyiapan angkatan kerja, pelatihan kompetensi untuk menghadapi perubahan dunia kerja, penyediaan pasar kerja oleh pemerintah, hingga perbaikan proses rekrutmen dan pemagangan.

Perlindungan hak pekerja selama masa kerja, termasuk pengupahan, juga masuk dalam pembahasan. Begitu pula penguatan pengawasan ketenagakerjaan agar lebih efektif, termasuk wacana penarikan fungsi pengawasan ke tingkat pusat serta perlindungan bagi pekerja yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Pemerintah dan DPR juga memastikan proses penyusunan RUU berlangsung transparan tanpa titipan kepentingan tertentu.

"Kami dari Kemnaker memastikan tidak 'masuk angin' dalam penyelesaian atau penyusunan rumusan ini. Tidak ada titipan pasal. Kami ingin memberikan yang terbaik buat bangsa ini," tegas Yassierli.

Ia juga mengapresiasi serikat pekerja yang mengedepankan ruang dialog dalam menyampaikan masukan terkait regulasi ketenagakerjaan.

"Mari kita sama-sama hadirkan undang-undang pelindungan ketenagakerjaan yang lebih baik, adil, dan memberikan kesejahteraan buat buruh di Indonesia. Tagline kita: maju industrinya, sejahtera pekerjaannya," pungkasnya.

Dialog yang dipimpin Ketua Umum KSPSI Moh Jumhur Hidayat tersebut dihadiri anggota DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal serta para pimpinan serikat buruh anggota KSPSI. Forum ini digelar untuk mendiskusikan sekaligus menyerap aspirasi pimpinan buruh terkait RUU Pelindungan Ketenagakerjaan.

Jumhur mengatakan pemerintah telah memberikan ruang dialog yang komprehensif dalam proses penyusunan RUU tersebut. Menurut dia, langkah itu patut diapresiasi dan mendapat sambutan positif dari kalangan buruh.

Sementara itu, Sekjen KSPSI Arif Minardi menyatakan aspirasi buruh telah banyak terakomodasi dalam RUU Pelindungan Ketenagakerjaan. 

"Bahkan 70 persen materi RUU berasal dari aspirasi buruh," ujarnya.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya