Berita

Budi daya kerapu di Wakatobi. (Foto: Instagram siaranberitacom)

Mikro

IPB dan Pelni Kembangkan Ekonomi Rakyat Lewat Budi Daya Kerapu

JUMAT, 02 OKTOBER 2026 | 03:56 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

IPB University bersama PT Pelni mendorong pengembangan ekosistem bisnis perikanan berbasis potensi lokal di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Salah satu inisiatif yang dikembangkan adalah budi daya ikan kerapu di Pulau Kapota melalui pendekatan One Village One CEO (OVOC) dan pengembangan keramba jaring apung (KJA).

Sekretaris Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPAAI) IPB University, Danang Aria Nugroho menyampaikan, pengembangan kerapu di Pulau Kapota tidak hanya diarahkan pada aspek produksi, tetapi juga pada pembangunan ekosistem usaha yang mencakup pengelolaan kelembagaan, peningkatan kapasitas masyarakat, pengembangan pasar, hingga hilirisasi.

Pendekatan tersebut diwujudkan melalui inisiasi dan replikasi model sea farming dengan menjadikan KJA sebagai salah satu instrumen inovasi. 


“KJA diharapkan menjadi titik masuk untuk membangun ekosistem usaha perikanan masyarakat secara lebih terarah dan terkontrol, sekaligus membuka peluang pengembangan rantai nilai usaha kerapu dari hulu hingga hilir,” kata Danang dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.

Komoditas ikan kerapu dipilih dengan mempertimbangkan kesesuaiannya dengan potensi perairan setempat serta peluang ekonominya. Pengembangan komoditas ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan budi daya, tetapi dapat berkembang menjadi rantai nilai usaha dari hulu hingga hilir yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat Pulau Kapota. 

“Bagi IPB University, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penerjemahan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi menjadi aksi nyata di tengah masyarakat. Pengembangan masyarakat membutuhkan sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya agar inovasi dapat tumbuh dan memberikan dampak yang berkelanjutan,” jelas Danang.

Dalam rangka mendukung keberlanjutan program, telah dibentuk kelompok nelayan yang terdiri atas 10 orang. Kelompok tersebut diharapkan menjadi pengelola utama KJA sekaligus menjadi embrio kelembagaan ekonomi masyarakat yang dapat mengembangkan budi daya kerapu secara mandiri dan berkelanjutan.

Selain pemaparan mengenai pengembangan ekosistem bisnis kerapu, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pelatihan Tata Kelola Kelembagaan oleh dosen Departemen Budidaya Perairan IPB University, Wildan Nurussalam, SPi, MSi. 

Pelatihan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas kelompok nelayan agar mampu menjalankan kelembagaan secara lebih terstruktur, membagi peran dan tanggung jawab, serta mendukung keberlanjutan pengelolaan usaha budi daya kerapu.

Kegiatan turut dihadiri oleh sejumlah tamu undangan, yaitu Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Wakatobi Bakri, SH; Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Wakatobi Saoruddin, SPi, MSi; KUPP Kelas II Wanci Tri Mulyoko, STrPel; Kepala Cabang Pelni Baubau; Manager TJSL Pelni Septi; perwakilan Balai Taman Nasional Wakatobi; Kepala Desa Kabita Togo Tarson, SPd; Kepala Desa Kabuta Laode Bahlur; Kepala Desa Kapota H Jabal Nur; serta Kepala Desa Kapota Utara Nurwahid, SPd.

Mereka meninjau langsung lokasi KJA untuk melihat secara langsung kondisi sarana budi daya serta perkembangan inisiasi pengembangan kerapu yang dilakukan bersama masyarakat. Tinjauan ini sekaligus memperkuat pemahaman para pemangku kepentingan terhadap potensi pengembangan perikanan berbasis masyarakat di Pulau Kapota.

Melalui kolaborasi ini, pengembangan ekosistem bisnis kerapu di Pulau Kapota diharapkan dapat menjadi model pengembangan ekonomi masyarakat pesisir berbasis potensi lokal dan inovasi yang dapat terus dikembangkan serta direplikasi di wilayah lainnya.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya