Berita

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis MDA (tengah) di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Kamis, 1 Oktober 2026. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Pangdam II Sriwijaya Minta Deteksi Dini Karhutla di Muba

JUMAT, 02 OKTOBER 2026 | 03:26 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet SH bersama Wakil Bupati Kyai Abdur Rohman Husen dan jajaran Forkopimda menyambut kunjungan kerja Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis MDA di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Kamis, 1 Oktober 2026. 

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pengarahan penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada camat, lurah, kepala desa, Danramil serta perwakilan perusahaan di Kabupaten Muba.

Turut hadir Ketua DPRD Muba Afitni Junaidi Gumay SE, Dandim 0401 Muba Letkol Inf Dimas Kurniawan, Kapolres Muba AKBP Adik Listiyono SIK MH, Wakil Ketua Pengadilan Agama Sekayu Muhammad Arif SAg MSI, Dansub Denpom Persiapan Sekayu Kapten CPM Nur Yusuf Supriadi, Jaksa Kejari Muba Chandra Irawan SH, Asisten I Setda Muba H Ardiansyah SE MM PhD CMA, jajaran Kodam II/Sriwijaya, kepala perangkat daerah Muba, para Danramil, camat, kepala desa, lurah dan perwakilan perusahaan.


Bupati Toha menyampaikan selamat datang kepada Pangdam II/Sriwijaya beserta jajaran di Kabupaten Muba. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Pangdam terhadap kondisi karhutla di Muba yang masih membutuhkan penanganan bersama. 

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Pangdam II/Sriwijaya kepada Kabupaten Musi Banyuasin, khususnya terkait penanganan karhutla. Kami berharap bencana ini segera berakhir. Mari kita sama-sama berdoa kepada Allah SWT agar musim hujan segera tiba dan kondisi karhutla dapat segera kita atasi,” kata Toha.

Berdasarkan paparan Kepala Pelaksana BPBD Muba Marko Susanto SSTP MSi, hingga 1 Oktober 2026 tercatat 320 lokasi kejadian karhutla yang tersebar di seluruh kecamatan. Sebanyak 151 lokasi telah berhasil dipadamkan dengan total luas lahan mencapai 724,16 hektare. 

Kondisi tersebut masih dipengaruhi rendahnya curah hujan sepanjang September, sementara tantangan penanganan di lapangan juga berkaitan dengan kondisi geografis dan lahan, keterbatasan sumber daya manusia dan peralatan, faktor sosial serta cuaca.

Lanjutnya, penanganan karhutla tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul, tetapi harus dimulai dari pencegahan. Salah satunya dengan mengubah pola pikir masyarakat agar tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar. 

Dikatakannya Pemkab Muba atas arahan Bupati Muba telah menetapkan status siaga hingga tanggap darurat, membentuk pos komando penanggulangan bencana, serta menerbitkan sejumlah surat edaran untuk memperkuat kewaspadaan dan kesiapsiagaan di kecamatan dan desa, termasuk penyesuaian pembelajaran akibat dampak kabut asap.

“Pak Bupati juga telah memberikan arahan strategis dalam penanganan karhutla antara lain melarang total pembukaan lahan dengan cara membakar. meminta perusahaan bertanggung jawab untuk menjaga wilayah konsesinya, penanganan operasional terpadu, penegakan hukum yang tegas, hingga peningkatan status bencana,” ujarnya.

Di samping itu Marko menuturkan, bantuan dana penanganan karhutla dari pemerintah pusat menjadi tambahan penting untuk melengkapi dukungan penanganan karhutla di Muba. 

Namun, dengan karakteristik wilayah yang luas dan kondisi geografis tertentu, kebutuhan peralatan dan personel di lapangan masih menjadi perhatian. Karena itu, kami mengajak semua pihak, TNI-Polri, perusahaan dan masyarakat memperkokoh sinergi dalam pencegahan maupun penanganan karhutla.

Sementara itu, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis MDA dalam arahannya menyampaikan bahwa berdasarkan data yang dimilikinya per September 2026 terdapat 261 firespot di Muba, dengan Kecamatan Bayung Lencir sebagai wilayah dengan kejadian karhutla tertinggi. Ia menyatakan TNI akan membantu pengerahan personel dan peralatan, sembari meminta dukungan sarana penanganan di lapangan terus dilengkapi.

Pangdam meminta kepala desa menjadi garda terdepan dalam pencegahan karhutla melalui sosialisasi, edukasi, pengawasan dan deteksi dini. Jika terjadi kebakaran, kepala desa diminta segera menghubungi petugas agar api dapat ditangani sebelum meluas. 

“Sebenarnya yang lebih baik adalah mencegah jangan sampai terjadi kebakaran daripada memadamkan kebakaran. Karena begitu terjadi kebakaran dan tidak terkendali, akan sangat repot memadamkannya,” kata Ujang.

Selain desa, Pangdam meminta perusahaan memperkuat patroli, kesiapan peralatan pemadaman, infrastruktur tata air, tim pengendali kebakaran, sistem peringatan dini dan pemantauan hotspot. Ia menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak, termasuk TNI-Polri, pemerintah daerah, perusahaan dan masyarakat, sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai deteksi dini, pergerakan cepat, patroli intensif, edukasi masyarakat dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran.


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya