Berita

Menteri Keuangan Suahasil Nazara bersama tiga Wamenkeu di Kementerian Keuangan, Jakarta pada Kamis, 1 Oktober 2026. (Foto: Istimewa)

Pemerintahan

Balik Lagi ke Kemenkeu, Wamenkeu Luky Ngaku Sempat Hibernasi

KAMIS, 01 OKTOBER 2026 | 19:28 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Wakil Menteri Keuangan Luky Alfirman mengungkapkan rasa syukurnya bisa kembali bergabung di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) setelah sempat dicopot dari jabatannya.

Hal tersebut disampaikan Luky setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Wamenkeu bersama Nur Kholis Ibnu Aman di Istana Negara Jakarta pada Kamis, 1 Oktober 2026.

“Senang sekali saya bisa kembali berada di sini. Kalau ditanya, rasanya campur aduk. Excited, tapi juga ada kagetnya,” kata Luky di Kemenkeu.


Sebelumnya Luky merupakan pejabat Kemenkeu yang pernah menduduki posisi Direktur Jenderal Anggaran (DJA). Namun, ia dicopot dari jabatannya oleh Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa pada 21 April 2026 lantaran meloloskan anggaran motor listrik Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di hadapan pejabat dan staf Kemenkeu, Luky berkelakar dirinya sempat menjalani masa “hibernasi” sebelum kembali ke Kemenkeu.

“Kemarin saya ada masa hibernasi Pak Menteri,” kelakar Luky yang disambut tawa para pejabat Kemenkeu.

Ia pun meminta dukungan jajaran Kemenkeu untuk mengejar berbagai perkembangan yang terjadi selama dirinya tidak berada di lingkungan kementerian.

“Jadi saya butuh waktu, saya butuh support, dukungan, bantuan dari Bapak Ibu sekalian. Untuk bisa catch up, untuk bisa update, untuk bisa kita mengejar apa perkembangan yang terkini,” kata Luky.

Luky mengakui tantangan yang dihadapi Kemenkeu cukup berat. Namun, ia meyakini tantangan tersebut dapat dihadapi bersama-sama lantaran dirinya memahami kondisi internal Kemenkeu.

“Jadi saya yakin secara bersama, kalau kita bersama itu akan bisa,” kata Luky.

Lebih lanjut, Luky menyebut dirinya tidak memiliki program khusus sebagai Wamenkeu. Menurutnya, posisi tersebut bertugas membantu Menteri Keuangan dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Kami tugasnya adalah membantu, memastikan, memfasilitasi,” kata Luky.

Meski demikian, Luky menyebut ada tiga fokus yang akan menjadi perhatian dalam waktu dekat. Pertama, menyelesaikan pelaksanaan APBN 2026 yang kini memasuki kuartal IV. Kedua, Kemenkeu harus segera mempersiapkan pelaksanaan APBN 2027 yang baru saja disahkan DPR. 

“DPR baru saja mengesahkan APBN kita, tapi kita masih banyak PR yang harus kita selesaikan supaya APBN 2027 bisa up and running,” kata Luky.

Ketiga, Luky menyebut perlunya konsolidasi internal untuk melanjutkan reformasi dan transformasi di tubuh Kemenkeu.

“Terakhir juga saya diskusi dengan Pak Menteri waktu itu adalah bagaimana kita akan konsolidasi internal untuk terus mendorong reformasi transformasi yang dilakukan di Kementerian Keuangan,” tandas Luky.

Untuk diketahui, Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat ini memiliki tiga Wamenkeu, yakni Juda Agung, Luky Alfirman dan Nur Kholis.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya