Berita

Kolase Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. (Foto: RMOL)

Politik

Menteri Kontroversial Juga Perlu Diganti

KAMIS, 01 OKTOBER 2026 | 17:32 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan atau reshuffle terhadap sejumlah pejabat di Kabinet Merah Putih. Pergantian tersebut mencakup sejumlah posisi menteri, pejabat setingkat menteri, hingga pimpinan lembaga dan institusi negara.

Pengamat politik Adi Prayitno menilai evaluasi terhadap menteri seharusnya juga menyasar terhadap menteri yang menimbulkan kontroversi. Hal ini perlu menjadi perhatian dalam reshuffle kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Publik berharap ini bukan reshuffle yang terakhir kalinya di tahun kedua pemerintahan Prabowo Gibran,” kata Adi, Kamis, 1 Oktober 2026.


Ia mengatakan, hal-hal yang bersifat kontroversial dan menimbulkan persepsi kurang baik terhadap kinerja pemerintah semestinya menjadi bahan evaluasi, termasuk kemungkinan pergantian menteri.

“Publik tentu berharap hal-hal yang sifatnya kontroversial dan menimbulkan persepsi kurang baik terkait dengan kinerja menteri, saya kira penting untuk dilakukan evaluasi bahkan pergantian,” ujarnya.

Adi menyinggung sejumlah menteri yang namanya muncul dalam perkara hukum. Ia menyebut, isu yang mengaitkan menteri dengan dugaan suap maupun persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) perlu mendapat perhatian serius pemerintah. Menurutnya, persoalan tersebut dikhawatirkan menjadi beban politik bagi pemerintahan apabila tidak segera ditangani.

“Khawatir ini menjadi beban, khawatir ini jadi sesuatu yang kurang positif,” sambungnya.

Dua nama menteri Kabinet Merah Putih sukses menjadi headline publik dalam beberapa pekan terakhir. Sayangnya bukan karena prestasi maupun gebrakan kebijakan akar rumput yang dikeluarkan, melainkan irisan ke kasus hukum. 
Kedua anak buah Presiden Prabowo Subianto dimaksud adalah Raja Juli Antoni selaku Menteri Kehutanan dan Nusron Wahid sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). 

Baik Raja Juli maupun Nusron muncul pada perkara berbeda di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menhut Raja Juli dikaitkan dengan perkara dugaan gratifikasi pengurusan kawasan hutan di Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. 
Sementara nama Nusron disebut-sebut dalam perkara dugaan suap pengurusan hak guna bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Meski berdasarkan penanganan terbaru dari KPK belum ada kaitan langsung ke Nusron, beberapa orang dekat dan anak buah politisi Golkar ini sudah menyandang status tersangka.

Adi berharap evaluasi terhadap jajaran kabinet tidak hanya didasarkan pada capaian kinerja, tetapi juga mempertimbangkan persoalan hukum yang berpotensi memengaruhi persepsi publik terhadap pemerintahan.

“Tentu kita berharap menjelang 20 Oktober, sekitar tiga minggu lagi, akan ada reshuffle selanjutnya, terutama kepada siapapun yang terindikasi bukan hanya soal kinerja tapi terindikasi terkait persoalan yang dikaitkan dengan hukum,” tandasnya.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya