Berita

Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama sekaligus Bunda Santri Indonesia, Dr. Hj. Helmi Halimatul Udhma, M.Si., membuka Bazar Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI, di Pondok Pesantren An-Nur, Malang, Jawa Timur, Kamis 1 Oktober 2026 (Foto: Kemenag)

Mikro

Bazar PPSN VI Jadi Peluang Santri Belajar Berjualan

KAMIS, 01 OKTOBER 2026 | 16:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bazar Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI di Pondok Pesantren An-Nur, Malang, Jawa Timur, tidak sekadar menjadi pelengkap kegiatan perkemahan. 

Ribuan peserta dari berbagai daerah menjadi potensi pasar yang dimanfaatkan untuk mempertemukan produk santri, pesantren, dan pelaku usaha masyarakat sekitar.

Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama sekaligus Bunda Santri Indonesia, Dr. Hj. Helmi Halimatul Udhma, M.Si., membuka bazar tersebut pada Kamis 1 Oktober 2026. Ia menilai keberadaan bazar dapat menjadi ruang bagi santri untuk belajar sekaligus mengembangkan kemandirian ekonomi.


"Bazar ini adalah ruang belajar sekaligus ruang berdaya. Santri belajar berwirausaha, pesantren memperkenalkan produk unggulannya, dan masyarakat sekitar ikut merasakan manfaatnya. Ketika ribuan peserta berbelanja di sini, uang itu berputar di tengah ekonomi lokal," ujar Helmi.

Bazar PPSN VI menghadirkan beragam produk pesantren, karya santri, serta produk usaha masyarakat di sekitar lokasi perkemahan. Kehadiran ribuan peserta membuka peluang bagi para pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas pasar.

Menurut Helmi, pesantren memiliki modal sosial yang besar untuk dikembangkan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Aktivitas usaha yang tumbuh di lingkungan pesantren dinilai dapat memperkuat peran pesantren, tidak hanya dalam pendidikan dan dakwah, tetapi juga dalam pemberdayaan ekonomi.

"Pesantren yang mandiri adalah pesantren yang kuat. Dan kemandirian itu dimulai dari santri yang berani mencoba, berani berkarya, dan percaya pada produknya sendiri," katanya.

Setelah membuka bazar, Helmi meninjau sejumlah stan dan berdialog dengan santri serta pelaku usaha. Ia mendorong agar produk yang dihasilkan tidak berhenti pada pasar di lingkungan pesantren, tetapi dikembangkan melalui peningkatan kualitas, kemasan, dan pemasaran digital.

Selain aktivitas ekonomi, PPSN VI juga menjadi ruang untuk memperkenalkan keragaman budaya Indonesia. Ribuan santri pramuka hadir dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah.

Helmi mengatakan pakaian adat tidak sekadar menjadi busana dalam kegiatan seremonial, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan identitas masyarakat. Menurutnya, pemahaman terhadap budaya daerah perlu berjalan beriringan dengan upaya membangun kemandirian santri.

PPSN VI 2026 berlangsung pada 30 September hingga 6 Oktober 2026. Selain bazar, kegiatan tersebut diisi berbagai lomba kepramukaan, pentas seni dan budaya, serta kegiatan pengembangan karakter santri.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya