Berita

Kapolri Baru Jenderal Suyudi Ario Seto dan Kapolri Lama Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat salam komando di Istana Negara, Jakarta Pusat pada Kamis, 1 Oktober 2026. (Foto: Istimewa)

Pemerintahan

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

KAMIS, 01 OKTOBER 2026 | 16:18 WIB | OLEH: TIFANI

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2026). Suyudi dilantik menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menjabat sejak 2021.

Suyudi Ario Seto merupakan perwira tinggi Polri yang memiliki pengalaman panjang di bidang reserse. Sebelum dipercaya menjadi Kapolri, ia menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Pengangkatan tersebut membuat profil Suyudi Ario Seto kembali menjadi perhatian, termasuk mengenai latar belakang pendidikan, perjalanan karier, hingga rekam jejaknya di kepolisian. Lantas, seperti apa profil Suyudi Ario Seto dan bagaimana perjalanan kariernya hingga dipercaya memimpin Polri?


Profil Suyudi Ario Seto

Suyudi Ario Seto merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Ia dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang reserse sebelum menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan kepolisian.

Karier Suyudi di kepolisian banyak diwarnai penugasan di bidang reserse. Ia pernah bertugas sebagai Kasat Reskrim di sejumlah wilayah, termasuk Polres Metro Tangerang Kota dan Polres Metro Jakarta Barat. 

Ia juga pernah mengemban sejumlah jabatan di lingkungan Bareskrim Polri. Pengalaman tersebut kemudian mengantarkan Suyudi ke berbagai posisi kepemimpinan di tingkat daerah. 

Ia pernah menjabat Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, Kapolres Bogor Kota, hingga Kapolres Metro Jakarta Pusat. Kariernya berlanjut ke tingkat Polda. 

Pada 2023, Suyudi dipercaya menjadi Wakapolda Metro Jaya. Setahun kemudian, tepatnya pada Juni 2024, ia ditunjuk sebagai Kapolda Banten.

Suyudi menjabat sebagai Kapolda Banten hingga Agustus 2025. Berdasarkan mutasi Polri, ia kemudian ditugaskan sebagai perwira tinggi Bareskrim Polri untuk penugasan di luar struktur organisasi.

Suyudi Ario Seto Menjabat Kepala BNN

Karier Suyudi kemudian berlanjut ke Badan Narkotika Nasional (BNN). Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi sebagai Kepala BNN pada 25 Agustus 2025 di Istana Negara, Jakarta. Ia menggantikan Marthinus Hukom.

Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 118/TPA Tahun 2025. Setelah menjadi Kepala BNN, Suyudi menyandang pangkat Komisaris Jenderal Polisi atau jenderal bintang tiga.

Selama menjalani karier di Polri, Suyudi juga tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan strategis lain, termasuk Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya serta posisi di Bareskrim Polri. Rekam jejak tersebut memperkuat pengalaman Suyudi di bidang reserse dan penegakan hukum.

Harta Kekayaan Suyudi Ario Seto

Selain rekam jejaknya, harta kekayaan Suyudi Ario Seto juga menjadi perhatian. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik 2025 yang disampaikan kepada KPK pada 28 Maret 2026, Suyudi memiliki total harta kekayaan sebesar Rp5.847.000.000 atau sekitar Rp5,8 miliar. 

Saat laporan tersebut disampaikan, Suyudi masih menjabat sebagai Kepala BNN. Aset terbesar Suyudi berasal dari tanah dan bangunan dengan total nilai Rp4,6 miliar. 

Aset tersebut terdiri dari dua tanah dan bangunan yang berada di Jakarta Selatan, masing-masing bernilai Rp2,4 miliar dan Rp2,2 miliar. Selain properti, Suyudi melaporkan kepemilikan alat transportasi dan mesin senilai Rp457 juta. 

Aset tersebut terdiri dari sepeda motor Yamaha tahun 2025 senilai Rp27 juta dan mobil Mini Cooper tahun 2022 senilai Rp430 juta. Suyudi juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp40 juta serta kas dan setara kas sebesar Rp750 juta. 

Dalam laporan tersebut, ia tercatat tidak memiliki utang. Dengan demikian, total harta kekayaan Suyudi Ario Seto mencapai Rp5,847 miliar.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya