Berita

Anggota Komisi IX DPR Pulung Agustanto. (Foto: Dok. Pribadi)

Parlemen

Anggota DPR Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiringan

KAMIS, 01 OKTOBER 2026 | 15:46 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Anggota Komisi IX DPR Pulung Agustanto menyoroti paradoks dunia ketenagakerjaan Indonesia. Di tengah keluhan dunia usaha yang kesulitan mendapatkan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri, terdapat 1,03 juta lulusan pendidikan tinggi yang masih menganggur.

Berdasarkan data BPS melalui Sakernas Mei 2026, jumlah pengangguran mencapai 7,22 juta orang dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 4,65 persen. Sekitar 1,03 juta di antaranya merupakan lulusan D-IV, S1, S2, dan S3.

Pulung menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan struktural dalam hubungan pendidikan dengan dunia kerja.


“Jangan salahkan SDM kita yang tidak memenuhi kualifikasi industri. Coba kita koreksi diri, apakah sistem pendidikan kita sudah memikirkan ke mana lulusannya nanti akan tertampung,” ujar Pulung dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 1 Oktober 2026.

Menurutnya, kelangkaan tenaga kerja pada kompetensi tertentu di tengah tingginya pengangguran menunjukkan adanya mismatch antara lulusan pendidikan dan kebutuhan industri.

Data Apindo pada September 2026 mencatat sekitar 38 persen pekerja mengalami vertical mismatch dan 33,5 persen mengalami horizontal mismatch. Kondisi itu menunjukkan ketidaksesuaian tingkat maupun bidang pendidikan dengan pekerjaan yang dijalankan.

Pulung mendorong penguatan program magang mahasiswa dan peserta didik di dunia industri. Namun, program tersebut tidak boleh sekadar menjadi formalitas akademik.

“Mahasiswa jangan baru mengenal dunia industri setelah lulus. Mereka harus sudah bersentuhan dengan dunia kerja ketika masih kuliah,” katanya.

Ia menilai keberhasilan program magang seharusnya diukur dari tingkat penyerapan peserta ke dunia kerja, bukan sekadar jumlah peserta dan sertifikat.

“Output magang bukan dihitung dari jumlah peserta dan sertifikat. Tapi berapa banyak peserta program magang terserap dalam dunia usaha,” tegas Pulung.

Karena itu, pemerintah diminta mengintegrasikan perencanaan pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja. Kebutuhan kompetensi industri harus menjadi salah satu rujukan dalam pengembangan program studi, kurikulum, pendidikan vokasi, pelatihan hingga sertifikasi.

“Industri harus ikut memberi tahu kompetensi apa yang dibutuhkan. Kampus harus menyiapkan lulusan berdasarkan perkembangan ekonomi, teknologi, dan kebutuhan pekerjaan. Kalau keduanya berjalan sendiri-sendiri, mismatch akan terus terjadi,” katanya.

Pulung menegaskan keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari jumlah lulusan.

“Ukuran keberhasilan pendidikan bukan hanya berapa banyak orang yang lulus, tetapi apakah mereka memiliki kompetensi yang relevan dan dapat masuk ke pasar kerja,” pungkasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya