Kapolri terpilih, Komjen Suyudi Ario Seto (tengah). (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto mengganti Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari posisi Kapolri dan mengusulkan Komjen Suyudi Ario Seto sebagai penggantinya.
Politikus PDIP Mohamad Guntur Romli mengatakan, pergantian di pucuk pimpinan Polri merupakan bagian dari kewenangan Presiden sekaligus mekanisme regenerasi dalam tubuh institusi kepolisian.
Menurut Guntur, proses pergantian Kapolri juga telah berjalan melalui mekanisme yang diatur dalam perundang-undangan. Surat Presiden telah diterima DPR dan Komisi III DPR telah melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon Kapolri.
Namun, bagi PDIP, persoalan pergantian pimpinan Polri tidak semata menyangkut pergantian figur. Guntur menilai penyegaran diperlukan agar institusi tetap memiliki daya koreksi dan mampu menjawab tuntutan masyarakat.
"Setiap jabatan ada masanya. Tidak ada jabatan yang abadi. Kekuasaan yang terlalu lama berada di satu tangan berisiko melahirkan kejenuhan, menumpulkan daya koreksi, dan menjauhkan institusi dari harapan rakyat,” kata Guntur kepada wartawan, Kamis, 1 Oktober 2026.
Atas dasar itu, Guntur menyebut regenerasi kepemimpinan di tubuh Polri sebagai bagian dari agenda reformasi institusi.
"Regenerasi kepemimpinan adalah bagian dari tradisi demokrasi yang sehat dan bagian penting dari agenda reformasi Polri yang terus ditunggu masyarakat,” kata Guntur.
Lebih jauh, Guntur juga menghormati kewenangan Presiden Prabowo dalam menentukan pucuk pimpinan Polri. Sebab, keputusan Presiden Prabowo diambil berdasarkan kepentingan bangsa dan negara, bukan kepentingan kelompok atau golongan.
Kepada Komjen Suyudi, Guntur meminta kepemimpinan baru Polri tidak berhenti pada pergantian nama di pucuk institusi. Ia berharap arah reformasi kepolisian benar-benar menyentuh profesionalitas, netralitas, penegakan hukum, hingga pembinaan karier.
"Polri harus kembali pada jati dirinya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat," kata Guntur.
Tak lupa, Guntur juga mengingatkan posisi Kapolri bukan sekadar jabatan tertinggi dalam jenjang kepolisian, melainkan amanah yang melekat dengan tanggung jawab kepada rakyat.
"Jabatan Kapolri bukan puncak karier, tetapi puncak tanggung jawab kepada rakyat," pungkas Guntur.