Berita

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris. (Foto: Dok. Pribadi)

Parlemen

HUT ke-22 DPD RI

Fahira Idris: Daerah Penggerak Kemajuan Indonesia

KAMIS, 01 OKTOBER 2026 | 13:45 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kemajuan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kemajuan daerah. Daerah bukan sekadar lokasi pelaksanaan pembangunan nasional, tetapi merupakan penggerak utama ekonomi, pelayanan publik, ketahanan pangan, pembangunan manusia, inovasi, sekaligus penjaga keberagaman dan persatuan bangsa.

Demikian disampaikan Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke-22 DPD RI, Kamis 1 Oktober 2026.

Menurut Fahira, perjalanan 22 tahun DPD RI sejak lahir pada 1 Oktober 2004 merupakan bagian dari ikhtiar reformasi untuk memastikan keragaman kepentingan wilayah memperoleh ruang dalam proses pengambilan kebijakan nasional.


“Indonesia akan maju jika daerah-daerahnya juga bergerak maju. Karena itu, daerah tidak boleh hanya dipandang sebagai penerima kebijakan dari pusat," kata Fahira melalui keterangan tertulis.

Senator Jakarta ini mengungkapkan, Indonesia memiliki karakter daerah yang sangat beragam. Tantangan provinsi kepulauan tentu berbeda dengan daerah pegunungan, kawasan perbatasan, kota metropolitan, sentra pertanian, maupun wilayah yang memiliki kekayaan sumber daya alam besar. Karena itu, kebijakan nasional akan semakin efektif apabila memahami realitas tersebut.

Dalam pandangan Fahira, keberadaan DPD RI menjadi penting karena membawa perspektif wilayah ke tingkat nasional. DPD RI, selain sebagai penerus aspirasi, juga menjalankan peran sebagai jembatan dua arah, yakni membawa kebutuhan daerah ke pusat sekaligus mengevaluasi dampak kebijakan nasional berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan.

“Kemajuan Indonesia pada akhirnya terjadi di daerah. Pertumbuhan ekonomi harus membuka pekerjaan di daerah, anggaran harus memperbaiki pelayanan di daerah, pembangunan harus terasa sampai desa, pulau kecil, dan kawasan perbatasan," pungkas Fahira.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya