Berita

Komjen Pol Suyudi Ario Seto dalam proses uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri di Komisi III DPR RI. (Foto: RMOL/Faisal)

Nusantara

Jejak Langkah Komjen Suyudi Ario Seto, dari BNN Menuju Kursi Kapolri

KAMIS, 01 OKTOBER 2026 | 13:28 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Perjalanan karier di Korps Bhayangkara kembali mencatatkan babak baru yang penting. Komjen Pol Suyudi Ario Seto secara resmi disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk mengemban amanah sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Penunjukan ini menandai puncak dari rekam jejak panjang sang jenderal yang sarat dengan pengalaman di bidang reserse dan penugasan strategis.

Lahir sebagai lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994, Suyudi membangun reputasinya melalui berbagai penugasan operasional yang menantang. Langkah awalnya di dunia reserse dimulai saat menjabat sebagai Kepala Unit II Reserse Mobil Polda Metro Jaya.


Sejumlah posisi strategis di tingkat polsek hingga polres pernah diembannya, mulai dari Kapolsek Pasar Minggu hingga Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat.

Kariernya terus menanjak dari tahun ke tahun. Pada 2011, ia dipercaya memegang posisi Kepala Subdirektorat Kendaraan Bermotor Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Pengalaman lapangannya semakin matang ketika ia didapuk menjadi Kapolres Metro Jakarta Pusat pada 2017 dan berlanjut sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada 2019.

Tak berhenti di situ, Suyudi juga memperkuat lini penegakan hukum tingkat nasional dengan mengemban tugas sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus serta Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada 2020.

Kiprahnya di wilayah hukum ibu kota kembali berlanjut saat dipercaya sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya pada 2023 yang mengantarkannya menyandang pangkat jenderal bintang satu.

Pada 2024, ia diangkat menjadi Kepala Kepolisian Daerah Banten dengan kenaikan pangkat menjadi Inspektur Jenderal.

Sebelum dicalonkan sebagai pimpinan tertinggi kepolisian, Suyudi mendapat kepercayaan besar dari Presiden Prabowo untuk memimpin Badan Narkotika Nasional sejak 25 Agustus 2025 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 118 TPA Tahun 2025.

Selama memimpin BNN, ia mencatatkan berbagai pencapaian signifikan dalam memerangi peredaran gelap narkotika.

Berdasarkan data kinerja, lembaga yang dipimpinnya berhasil menorehkan catatan impresif. Menyita barang bukti narkotika sebanyak 12,3 ton, menghentikan nilai perputaran ekonomi narkotika hingga mencapai Rp16,5 triliun, melakukan penyitaan aset Tindak Pidana Pencucian Uang senilai Rp165 miliar, dan menyelamatkan sekitar 48,3 juta jiwa generasi bangsa dari ancaman bahaya narkoba.   

Laju pengabdian Suyudi Ario Seto mencapai momentum penting ketika Komisi III DPR RI menyetujui penugasannya secara aklamasi setelah melalui tahapan uji kelayakan dan kepatutan.

Keputusan tersebut kemudian dibawa ke dalam Rapat Paripurna DPR RI yang dipimpin oleh Ketua DPR Puan Maharani di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Dengan persetujuan bulat dari parlemen, Komjen Suyudi Ario Seto siap mengemban tugas baru sebagai Kapolri.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya