Berita

Plang Ganjil Genap. (Foto: Istimewa)

Bisnis

Dishub Evaluasi Dampak Ganjil-Genap terhadap Aktivitas Ekonomi

KAMIS, 01 OKTOBER 2026 | 11:18 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Penerapan sistem ganjil-genap pada 25 ruas jalan di Jakarta mampu meningkatkan kinerja lalu lintas rata-rata sebesar 29,53 persen.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin mengatakan, efektivitas sistem ganjil-genap tersebut dilihat berdasarkan perbandingan volume lalu lintas harian rata-rata saat kebijakan tidak diterapkan dengan kondisi ketika kebijakan diterapkan.

Ia mengungkapkan, dari 204.997 satuan mobil penumpang (smp) per jam tanpa penerapan ganjil-genap menjadi 158.262 smp per jam saat kebijakan tersebut diterapkan.


“Sistem Ganjil-Genap mampu meningkatkan unjuk kinerja lalu lintas rata-rata sebesar 29,53 persen ditinjau berdasarkan volume lalu lintas harian rata-rata apabila tanpa Sistem Ganjil-Genap sebesar 204.997 smp/jam berbanding dengan volume kendaraan aktual saat diterapkan Sistem Ganjil-Genap sebesar 158.262 smp/jam,” kata Budi, Kamis, 1 Oktober 2026.

Budi menjelaskan, penerapan ganjil-genap tidak hanya berdampak terhadap kelancaran arus lalu lintas. Kebijakan tersebut juga perlu dilihat dari sisi aktivitas ekonomi di kawasan yang terdampak penerapan pembatasan kendaraan.

“Sistem Ganjil-Genap juga harus dilihat berdasarkan implikasi terhadap pengaruh jumlah kunjungan/aktivitas tenant/parkir/investasi/penerimaan daerah pada catchment area yang berhimpitan dengan lokasi penerapan Sistem Ganjil-Genap,” jelasnya.

Dikatakan Budi, Dishub DKI Jakarta akan melakukan evaluasi terhadap dampak kebijakan ganjil-genap, termasuk kaitannya dengan keberlangsungan aktivitas ekonomi di wilayah Jakarta.

“Oleh karena itu, kami akan melakukan evaluasi komprehensif dengan mempertimbangkan keseimbangan antara tujuan pengendalian lalu lintas dan keberlangsungan aktivitas ekonomi di wilayah DKI Jakarta,” tandasnya.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya