Berita

Pernyataan CEO Nvidia Jensen Huang terkait White House Accord on Super Intelligence (Artificial Intelligence)

Global

Bos Nvidia Dukung Kesepakatan Gedung Putih soal Super Intelligence

KAMIS, 01 OKTOBER 2026 | 08:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kesepakatan baru Gedung Putih mengenai pengembangan Super Intelligence mendapat dukungan dari CEO Nvidia Jensen Huang.

Melalui unggahan di media sosial X, Huang menilai kesepakatan tersebut sebagai langkah penting untuk memastikan pengembangan teknologi AI tingkat lanjut berlangsung secara aman dan bertanggung jawab.

Menurut Huang, perusahaan yang mengembangkan teknologi tersebut memiliki tanggung jawab utama untuk memastikan teknologi dikembangkan dan diterapkan dengan aman. Tanggung jawab itu juga harus disertai akuntabilitas apabila perusahaan gagal memenuhi standar yang telah ditetapkan.


“Perusahaan yang membangun teknologi ini memiliki tanggung jawab utama untuk mengembangkan dan menerapkannya dengan aman, serta bertanggung jawab ketika mereka gagal memenuhi standar tersebut,” kata Huang setelah para pemimpin perusahaan teknologi berkumpul di Gedung Putih untuk menandatangani White House Accord on Super Intelligence, dikutip Kamis 1 Oktober 2026.

Huang mengatakan kesepakatan tersebut memperkuat tanggung jawab perusahaan melalui sejumlah lapisan pengawasan, mulai dari kontrol internal, evaluasi eksternal yang independen, hingga pengawasan di tingkat dewan direksi.

Ia juga menilai Super Intelligence memiliki potensi besar untuk mendorong kemajuan di berbagai bidang, termasuk penemuan, produktivitas, keamanan, kesehatan, dan kesejahteraan.

“Masa depan Super Intelligence tidak hanya akan ditentukan oleh apa yang dapat dilakukannya, tetapi juga oleh kepercayaan yang berhasil diperolehnya,” tulis Huang.

Karena itu, menurut Huang, pengembangan teknologi tersebut perlu dilakukan dengan ambisi, ketelitian, dan tanggung jawab. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperluas peluang sekaligus memastikan manfaat teknologi dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

White House Accord on Super Intelligence merupakan pakta sukarela yang mengatur tanggung jawab perusahaan dalam pengembangan dan penerapan sistem AI tingkat lanjut. Kesepakatan ini mendorong perusahaan menerapkan pengawasan internal, evaluasi independen, serta pengawasan oleh jajaran dewan terhadap sistem yang semakin canggih. 

Pakta tersebut ditandatangani di Gedung Putih oleh Presiden Donald Trump bersama sejumlah pemimpin perusahaan teknologi, termasuk Jensen Huang, CEO Google Sundar Pichai, CEO Anthropic Dario Amodei, CEO Meta Mark Zuckerberg, Greg Brockman dari OpenAI, dan Elon Musk dari xAI. 


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya