Berita

Ilustrasi

Bursa

Bursa Asia Variatif Terpengaruh Sentimen Pasar AS

KAMIS, 01 OKTOBER 2026 | 08:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa Asia dibuka bervariasi pada perdagangan Kamis, 1 Oktober 2026. Investor saat ini tengah mencermati arah pasar global menyusul data inflasi Amerika Serikat yang tercatat lebih rendah dari perkiraan.

Berdasarkan pantauan redaksi, indeks Nikkei 225 Jepang dibuka mengalami kenaikan sebesar 0,86 persen. Sebaliknya, indeks Topix justru bergerak melemah sebesar 0,44 persen.

Di Korea Selatan, indeks Kospi dibuka melemah sebesar 0,8 persen. Sementara itu, indeks Kosdaq yang mayoritas berisi saham berkapitalisasi kecil terpantau bergerak stagnan.


Aktivitas perdagangan di kawasan Asia juga menjadi lebih terbatas karena pasar saham China daratan ditutup libur pada hari Kamis ini.

Dari pasar keuangan global, perhatian investor turut tertuju pada pasar obligasi AS. Imbal hasil atau yield Treasury 10 tahun sempat melonjak hingga menyentuh level 5,306 persen pada titik tertinggi perdagangan Rabu. Angka tersebut merupakan level tertinggi sejak 13 Juni 2007, ketika yield acuan sempat berada di posisi 5,348 persen.

Kenaikan yield Treasury 10 tahun ini, yang turut memengaruhi suku bunga hipotek, menjadi sorotan utama pasar karena berdampak langsung pada ekspektasi suku bunga ke depan serta pergerakan aset berisiko di tingkat global.

Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih berisiko melemah tapi tetap berpeluang rebound, setelah gagal mempertahakan kenaikan pada awal sesi perdagangan kemarin. 

Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange merosot 0,93 persen ke 11,73 Dolar AS.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya