Berita

Para peneliti muda tingkat nasional rampung unjuk gigi dalam gelaran Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026 yang dilaksanakan sejak 24-30 September di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Foto: Dok Kemendikdasmen

Nusantara

OPSI 2026 di UMJ Sukses Wadahi Kreativitas Peneliti Muda Nasional

KAMIS, 01 OKTOBER 2026 | 08:21 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Para peneliti muda tingkat nasional rampung unjuk gigi dalam gelaran Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026 yang dilaksanakan sejak 24 hingga 30 September di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Maria Veronica Irene Herdjiono, menjelaskan bahwa OPSI memiliki pendekatan yang berbeda dari ajang sains pada umumnya yang berfokus pada pengerjaan soal. 

Melalui riset, peserta didorong untuk berpikir dalam menyelesaikan suatu permasalahan, termasuk memprediksi persoalan yang belum terjadi dan merancang solusinya.


“Kalau ajang lainnya anak-anak diminta untuk mengerjakan soal. Tapi kita untuk riset ini bukan mengerjakan soal, tapi berpikir menyelesaikan suatu permasalahan,” kata Maria dalam keterangan resmi yang diterima redaksi pada Rabu, 30 September 2026.

Ajang final OPSI ini turut mendorong pengembangan kemampuan peserta secara kolaboratif melalui Bina Talenta Indonesia. 

Secara teknis, para peserta diarahkan untuk mengembangkan enam kompetensi utama yang dikenal sebagai 6C, yaitu critical thinking, creativity, collaboration, communication, character, dan citizenship.

Sementara itu, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru, Prof. Maila Dinia Husni Rahiem, menekankan pentingnya membangun ekosistem pendidikan dengan membiasakan siswa melakukan riset sejak dini.

“Karena bagi peneliti, ini bukan masalah kita pintar. Ini juga tentang kolaborasi dan jejaring. Pemerintah ingin memastikan bahwa talenta-talenta OPSI mendapatkan ruang tumbuh yang berkelanjutan melalui apresiasi dan partisipasi dari perguruan tinggi dan dunia industri,” jelas Maila.

Rektor UMJ, Prof. Dr. Ma’mun Murod, turut menegaskan bahwa kemampuan intelektual harus berjalan beriringan dengan karakter agar prestasi dapat terus berkembang di dunia pendidikan.

“Indonesia itu minim soal itu saja. Orang pintarnya banyak, tapi yang berkarakter, yang berintegritas itu yang minim,” imbuh Ma’mun Murod.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya