Berita

Ilustrasi

Bursa

Harga Emas Tertekan Lonjakan Energi di Tengah Penurunan Bulanan

KAMIS, 01 OKTOBER 2026 | 08:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar logam dunia ditutup melemah,  di mana emas menghapus penguatan sebelumnya dan bersiap mencatatkan penurunan bulanan akibat lonjakan harga energi.

Berdasarkan laporan Reuters, harga emas spot turun 0,7 persen menjadi 4.152,86 Dolar AS per ons pada Kamis dini hari, 1 Oktober 2026. Secara bulanan, logam kuning spot ini anjlok sekitar 6,6 persen sepanjang September. Sebaliknya, harga emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Desember ditutup naik 0,2 persen menjadi 4.186,70 Dolar AS per ons.

Data Departemen Perdagangan AS menunjukkan indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) naik 0,3 persen pada Agustus, sementara indeks PCE inti meningkat 3,0 persen secara tahunan. Kondisi ini membuat pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Oktober menjadi sekitar 39 persen dari sebelumnya 45 persen, dengan peluang kenaikan pada Desember mencapai 90 persen.


Di sisi lain, pergerakan komoditas energi turut memicu tekanan setelah negosiasi antara AS dan Iran menemui kebuntuan, yang mendorong kenaikan harga minyak dan memicu kekhawatiran inflasi berkelanjutan. 

Tekanan serupa juga dialami oleh logam mulia lainnya di sepanjang September. Harga perak spot anjlok 2,1 persen menjadi 60,18 Dolar AS per ons, platinum melemah 0,4 persen ke posisi 1.699,40 Dolar AS, dan paladium melorot 1,5 persen menjadi 1.204,53 Dolar AS. Kendati mencatatkan koreksi bulanan, emas, perak, dan platinum secara keseluruhan masih berada di jalur untuk membukukan kenaikan pada kuartal III-2026.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya