Berita

Satgas Operasi Damai Cartenz menangkap buronan YYS alias OS alias K yang berperan sebagai perantara jual beli senjata api dan amunisi ilegal di wilayah Argapura, Jayapura, pada Selasa, 29 September 2026 (Foto: Dok Satgas Damai Cartenz)

Presisi

Akhir Pelarian Buronan Perantara Jual Beli Senjata di Jayapura

KAMIS, 01 OKTOBER 2026 | 08:00 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Satgas Operasi Damai Cartenz menangkap buronan berinisial YYS alias OS alias K (33) yang berperan sebagai perantara jual beli senjata api dan amunisi ilegal di wilayah Argapura, Jayapura, pada Selasa, 29 September 2026 sekitar pukul 15.15 WIT.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa YYS diketahui terafiliasi dengan jaringan senjata api dan amunisi ilegal tersangka SP yang telah ditangkap sebelumnya pada Maret 2026.

"YYS merupakan hasil pengembangan jaringan senjata dan amunisi di wilayah Jayapura yang dilakukan sejak Maret 2026," kata Yusuf dalam keterangan tertulis, Rabu, 30 September 2026.


Berdasarkan rekam jejak, YYS merupakan residivis kasus narkoba yang pernah divonis tujuh tahun penjara dan baru saja menyelesaikan masa hukumannya pada awal tahun 2026.

Selain YYS, penyidik telah menangkap total 13 orang yang terlibat dalam sindikat jual-beli senjata ilegal. Diantaranya, SP sebagai pembeli senjata api dan amunisi; OB, YP dan NH sebagai penyumbang dana; MKM sebagai perantara senjata. Selanjutnta, DK, KO, SM YK dan AG sebagai perantara senjata dan amunisi; HM penjual amunisi dan magazen; AKW sebagai penyedia amunisi; serta HLT – sebagai penyedia amunisi kepada EKW.

Saat ini, YYS telah diamankan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua untuk proses hukum lebih lanjut.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya