Berita

Anggota Bawaslu RI, Puadi saat membuka kegiatan Bawaslu Campus Connect bertajuk "Generasi Digital Demokrasi Transparan", yang digelar di Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Rabu, 30 September 2026. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

KAMIS, 01 OKTOBER 2026 | 05:54 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 yang akan menghadapi tantangan digital, dijawab Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) dengan menjadikan kampus-kampus sebagai ruang pengembangan dan pengujian gagasan demokrasi.

Hal tersebut disampaikan Anggota Bawaslu RI, Puadi, saat membuka kegiatan Bawaslu Campus Connect bertajuk "Generasi Digital Demokrasi Transparan", yang digelar di Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Rabu, 30 September 2026.

Dia mengungkapkan, mahasiswa sebagai agen perubahan diharapkan tidak hanya sebagai pengonsumsi informasi di ruang-ruang digital, khususnya terkait isu kepemiluan dan juga demokrasi elektoral.


"Kami ingin civitas akademik, terutama mahasiswa, tidak hanya menjadi konsumen informasi. Kami ingin civitas akademik, mahasiswa, untuk bisa menjadi produsen informasi," ujar Puadi memberikan kata sambutan.

Menurut Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi ini, tantangan pengawasan pemilu di era digital tidak dapat dihadapi Bawaslu seorang diri, apalagi mengingat terdapat ancaman hoax hingga disinformasi yang memanfaatkan teknologi digital berupa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

"Memasuki tahapan Pemilu 2029, ada beberapa konsen kami yang menjadi catatan ke depannya agar catatan dan fokus konsen ini menjadi perhatian civitas akademik," sambungnya menegaskan.

Puadi menegaskan eksistensi Bawaslu sebagai pengawas tidak bisa bekerja sendiri, tetapi harus berkolaborasi dengan civitas akademik yang pada kesempatan kali ini juga Bawaslu bangun dengan UI khususnya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

"Ini menjadi sebuah keniscayaan ketika kami berkolaborasi dengan civitas akademik Universitas Indonesia," tuturnya.

Lebih lanjut, Puadi yang juga pernah menjabat Anggota Bawaslu Provinsi DKI Jakarta ini berharap, melalui kegiatan Bawaslu Campus Connect akan terbangun sinergitas untuk menciptakan ruang digital yang sehat pada Pemilu 2029 mendatang.

Pasalnya, Puadi menyebut setidaknya ada 5 hal yang harus menjadi perhatian Bawaslu bersama stakeholder lainnya dalam menghadapi perkembangan demokrasi digital menuju Pemilu 2029.

Pertama, peningkatan regulasi digital. Kedua, penguatan sumber daya manusia (SDM) pengawasan berbasis digital. Ketiga, optimalisasi pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

"Yang keempat bagaimana kita bisa melakukan pemantauan di dunia maya, dan yang terakhir kita bekerja sama dengan platform digital," ucapnya.

"Sehingga berharap ke depannya kegiatan ini menjadi satu laboratorium demokrasi, yakni bagaimana mahasiswa melakukan penelitian, mahasiswa bisa menguji sebuah kebijakan, dan tempat di mana perspektif itu diperdebatkan, tempat bagaimana gagasan-gagasan itu dilahirkan," demikian Puadi menambahkan. 


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya