Berita

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bob Azam. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Bisnis

Begini Formula Upah Ala Apindo agar Industri Padat Karya Tidak Tertekan

KAMIS, 01 OKTOBER 2026 | 01:59 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Penentuan indeks alfa dalam formula penghitungan upah minimum dinilai tidak bisa diberlakukan secara seragam karena kemampuan setiap sektor industri berbeda, terutama industri padat karya.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bob Azam mengatakan besaran indeks alfa perlu mempertimbangkan sejauh mana upah yang berlaku telah memenuhi Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

"Kalau KHL-nya sudah dipenuhi, alfanya jangan terlalu besar, tapi kalau KHL-nya masih jauh, alfanya bisa lebih baik," ujar Bob kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 30 September 2026. 


Menurutnya, penetapan indeks alfa yang terlalu tinggi dan seragam berpotensi menekan kemampuan perusahaan dalam membayar upah. Kondisi tersebut terutama menjadi perhatian bagi industri padat karya yang memiliki kemampuan finansial lebih terbatas.

"Padat karya itu hanya mampu 0,1 sampai 0,3, lebih dari itu padat karya tutup aja," tegas Bob.

Bob menilai sistem pengupahan tetap harus memberikan kepastian bagi pekerja, dunia usaha, dan investor. Karena itu, formula pengupahan perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing sektor.

"Kita harus membuat satu sistem yang memberikan kepastian bagi buruh, dunia usaha, sekaligus investor," ujarnya.

Selain formula upah minimum, Apindo mendorong penguatan pelatihan kerja untuk meningkatkan keterampilan dan sertifikasi kompetensi pekerja.

Menurut Bob, peningkatan kesejahteraan pekerja tidak cukup hanya mengandalkan kenaikan upah minimum atau pesangon.

"Kesejahteraan itu diraih dengan peningkatan keterampilan dan keahliannya, bukan dengan UMP minimum atau pesangon," pungkasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya