Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi Doing Footwear)

Industri

Bahan Baku Impor dan Pelemahan Rupiah Tekan Industri Alas Kaki

RABU, 30 SEPTEMBER 2026 | 23:20 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pelemahan Rupiah ikut menekan industri barang yang terbuat dari kulit, misalnya seperti alas kaki. Industri tersebut mengalami kontraksi pada September 2026. 

Kondisi ini terjadi di tengah kenaikan harga bahan baku penolong yang masih diperoleh dari impor.

Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (Sesditjen IKFT) Kementerian Perindustrian, Putu Nadi Astuti, mengatakan pelemahan Rupiah meningkatkan beban biaya produksi industri alas kaki, sementara pelaku usaha menghadapi keterbatasan untuk menaikkan harga jual di pasar domestik.


"Di sisi lain, industri dalam negeri juga menghadapi tekanan kenaikan Harga Pokok Produksi karena peningkatan harga bahan baku penolong yang diperoleh dari impor dan juga pelemahan Rupiah yang akhirnya akan mendongkrak biaya produksi, sementara harga jual di pasar lokal tidak dapat dinaikkan," kata Putu dalam pemaparan Rilis IKI di Jakarta, Rabu, 30 September 2026. 

Putu menjelaskan, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki merupakan salah satu dari dua subsektor IKFT yang mengalami kontraksi pada September 2026. Sementara lima subsektor lainnya tercatat mengalami ekspansi.

Tekanan biaya tersebut terjadi ketika permintaan domestik terhadap produk kulit dan alas kaki juga melemah. Kondisi pasar produk kulit dan alas kaki tercatat mengalami kontraksi pada Januari 2026 serta periode Mei hingga September 2026.

"Sumber kontraksi utama adalah variabel pesanan dikarenakan konsumen yang cenderung mengurangi konsumsi untuk barang non-kebutuhan pokok," ujarnya.

Penurunan pesanan terutama berasal dari pasar domestik. Pelemahan pesanan terutama terjadi melalui saluran penjualan retail yang mencapai 60 persen responden serta pesanan grup atau korporasi sebesar 60 persen responden.

Di sisi lain, ekspor industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki sepanjang Januari hingga Juli 2026 masih meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025, dengan nilai ekspor mencapai 5,58 miliar Dolar AS.

Namun, pertumbuhan ekspor tersebut masih menghadapi persoalan pengiriman yang menyebabkan penumpukan persediaan di gudang. Kondisi itu berlangsung bersamaan dengan tekanan biaya produksi akibat bahan baku impor dan pelemahan Rupiah.

Mata uang Garuda itu ditutup di level Rp17.894 per Dolar AS, menguat 87 poin atau 0,48 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya yang sempat menembus Rp18.000 per Dolar AS.  


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya