Konferensi pers korban dugaan penipuan investasi properti. (Foto: Dok. Pribadi)
Konferensi pers korban dugaan penipuan investasi properti. (Foto: Dok. Pribadi)
Laporan tersebut menambah panjang perkara yang menyeret kedua WNA tersebut. Salah satu pelapor adalah pengusaha lokal Budiman Tiang yang mengaku mengalami kerugian hingga Rp500 miliar dalam kerja sama pembangunan properti.
Kuasa hukum Budiman, Ade Ratnasari mengatakan, perkara bermula dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada 2021. Kliennya menyediakan tanah, namun tidak pernah menerima laporan keuangan terkait dana pembangunan.
Populer
Senin, 21 September 2026 | 03:25
Minggu, 20 September 2026 | 14:18
Minggu, 20 September 2026 | 18:58
Jumat, 25 September 2026 | 14:51
Jumat, 25 September 2026 | 22:39
Senin, 21 September 2026 | 13:33
Minggu, 27 September 2026 | 11:44
UPDATE
Rabu, 30 September 2026 | 20:27
Rabu, 30 September 2026 | 20:26
Rabu, 30 September 2026 | 20:26
Rabu, 30 September 2026 | 19:51
Rabu, 30 September 2026 | 19:36
Rabu, 30 September 2026 | 19:23
Rabu, 30 September 2026 | 19:12
Rabu, 30 September 2026 | 19:01
Rabu, 30 September 2026 | 18:34
Rabu, 30 September 2026 | 18:28