Berita

Ilustrasi pergerakan IHSG. (Foto: RMOL/Alifia)

Finansial

IHSG Ambruk ke Level 6.071, Rupiah Menguat usai BI Intervensi Pasar

RABU, 30 SEPTEMBER 2026 | 16:53 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 30 September 2026. Di sisi lain, nilai tukar rupiah justru berakhir menguat terhadap dolar AS.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 6.071. Indeks terkoreksi 50 poin atau 0,83 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Tekanan terlihat dari mayoritas saham yang berakhir di zona merah. Sebanyak 360 saham melemah, sedangkan 308 saham menguat dan 125 saham lainnya stagnan.


Aktivitas perdagangan terbilang ramai dengan volume mencapai 30 miliar saham. Nilai transaksi tercatat Rp13,9 triliun dengan frekuensi 1,8 juta kali transaksi.

Sejalan dengan pelemahan IHSG, kapitalisasi pasar BEI turut turun menjadi Rp10.718 triliun.

Berbeda dengan pasar saham, rupiah kembali menguat terhadap dolar AS. Mengutip data Bloomberg, Rupiah ditutup di level Rp17.894 per Dolar AS, menguat 87 poin atau 0,48 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah salah satunya ditopang intervensi Bank Indonesia (BI) untuk menjaga stabilitas nilai tukar, terutama setelah rupiah sempat mendekati level Rp18.000 per dolar AS.

Intervensi tersebut dilakukan melalui sejumlah instrumen, mulai dari transaksi spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), hingga Non Deliverable Forward (NDF).

“Sehingga bagi pelaku pasar dengan kebutuhan pemenuhan kewajiban impor maupun pembayaran impor yang dapat ditunda, bisa dilakukan dengan DNDF. Hal ini merupakan bagian untuk mendorong berkembangnya instrumen hedging,” kata Ibrahim dalam risetnya.

Di sisi lain, transaksi rupiah di pasar NDF yang berada di luar negeri tetap berlangsung meski pasar keuangan domestik Indonesia telah ditutup.
 
Meski demikian, Ibrahim memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif namun cenderung melemah di rentang Rp17.890 - Rp18.940 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 1 Oktober 2026.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya