Berita

Ilustrasi

Tekno

Samsung Gelontorkan Dana Raksasa untuk Infrastruktur AI Bersama Nvidia dan KKR

RABU, 30 SEPTEMBER 2026 | 13:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Samsung Electronics bersama sejumlah perusahaan dalam grupnya memperkuat langkah di sektor kecerdasan buatan (AI) dengan menggelontorkan total 1 miliar Dolar AS ke Helix Digital Infrastructure, perusahaan infrastruktur AI yang didukung oleh Nvidia dan KKR.

Dikutip dari CNBC International, Rabu 30 Agustus 2026, Samsung Electronics menyetor dana sebesar 500 juta dolar AS. Sementara itu, sisa investasi berasal dari anak usaha lainnya, yakni Samsung C&T, Samsung SDS, Samsung SDI, Samsung Life Insurance, serta Samsung Fire & Marine Insurance.

Investasi tersebut diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang menjadi fondasi pengembangan AI, mulai dari pusat data berskala besar hingga fasilitas pembangkit listrik dan jaringan serat optik.


Helix Digital Infrastructure diluncurkan pada Juni 2026 oleh perusahaan investasi global KKR. Perusahaan ini berfokus membangun infrastruktur guna memenuhi lonjakan kebutuhan komputasi AI, termasuk pusat data hyperscale, pembangkit listrik, jaringan transmisi dan distribusi, serta infrastruktur serat optik.

Samsung menyatakan, penanaman modal ini akan membantu mempercepat peluncuran pusat data AI secara global bersama Helix, sekaligus memperdalam kerja sama dengan pihak-pihak yang terlibat.

Langkah ini juga membuka ruang bagi Samsung untuk mengoptimalkan keahlian dari berbagai anak usahanya, mulai dari bidang semikonduktor, sistem pendingin, pembangunan pusat data, hingga teknologi baterai.

Helix saat ini dipimpin oleh Adam Selipsky, mantan CEO Amazon Web Services (AWS). Selain KKR dan Nvidia, Otoritas Investasi Kuwait serta perusahaan energi asal Amerika Serikat, Vistra, turut bertindak sebagai investor pendiri.

Menurut KKR, suntikan modal terbaru ini mendongkrak total dana yang telah dikucurkan ke Helix hingga melampaui 10 miliar dolar AS. KKR sendiri tercatat telah menanamkan lebih dari 75 miliar dolar AS di sektor infrastruktur digital dan energi secara global, termasuk sekitar 9 miliar dolar AS di Korea Selatan sejak 2009.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya