Berita

Ilustrasi rupiah. (Foto: RMOL)

Finansial

Stabilitas Keuangan Bukan cuma Angka, tetapi Kepercayaan Rakyat

RABU, 30 SEPTEMBER 2026 | 13:01 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pertemuan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dengan jajaran pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Selasa 29 September 2026 menjadi perhatian dalam dinamika perekonomian nasional. Pertemuan tersebut tidak hanya membahas stabilitas sektor keuangan, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan dan industri jasa keuangan.

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai langkah Dasco menerima jajaran OJK menunjukkan perhatian serius terhadap kondisi sektor keuangan nasional. 

Menurutnya, stabilitas keuangan harus dilihat secara menyeluruh, mulai dari ketahanan industri perbankan, efektivitas pengawasan regulator, hingga perlindungan masyarakat sebagai nasabah.


“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana masyarakat merasa aman ketika menyimpan uang dan menggunakan layanan keuangan,” kata Amir dalam keterangannya, Rabu 30 September 2026.

Menurut Amir, OJK memiliki tanggung jawab besar memastikan seluruh pelaku industri jasa keuangan menjalankan kegiatan sesuai ketentuan. Pengawasan tidak boleh berhenti pada pemenuhan administrasi, tetapi harus mampu mendeteksi persoalan sejak dini dan memberikan perlindungan nyata kepada konsumen.

Ia menilai, perhatian Dasco terhadap OJK menjadi penting di tengah berbagai keluhan nasabah yang muncul dalam pelayanan perbankan. Keluhan mengenai transaksi, akses rekening, pelayanan, hingga penyelesaian pengaduan dapat menimbulkan keresahan apabila tidak ditangani secara transparan dan cepat.

“Jangan sampai masyarakat merasa ditinggalkan ketika menghadapi persoalan dengan lembaga keuangan. Nasabah membutuhkan kepastian, bukan hanya penjelasan normatif," kata Amir.

Dari perspektif intelijen ekonomi, Amir menjelaskan bahwa kepercayaan publik merupakan salah satu fondasi penting stabilitas sistem keuangan. Ketika kepercayaan masyarakat terganggu, dampaknya dapat meluas dari persoalan individual menjadi persepsi kolektif terhadap keamanan industri perbankan.

Dalam sistem keuangan modern, persepsi dan informasi bergerak sangat cepat. Keluhan nasabah yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebar melalui media sosial, memicu kekhawatiran, dan memengaruhi perilaku masyarakat dalam menggunakan layanan keuangan.

Karena itu, menurut Amir, regulator harus memiliki kemampuan membaca gejala persoalan sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih luas.

“Intelijen ekonomi mengajarkan bahwa ancaman tidak selalu muncul dalam bentuk krisis besar," kata.

Kata Amir, terkadang gejalanya terlihat dari persoalan kecil yang berulang, pengaduan yang tidak terselesaikan, atau menurunnya kepercayaan masyarakat. 

"Kalau tidak diantisipasi, persoalan tersebut bisa berkembang menjadi risiko sistemik,” kata Amir.

Ia menambahkan, pengawasan OJK perlu mengedepankan tiga aspek, yakni deteksi dini, penegakan aturan, dan perlindungan konsumen. Ketiganya harus berjalan bersamaan agar stabilitas industri keuangan tidak hanya terjaga dari sisi kelembagaan, tetapi juga dari sisi kepercayaan masyarakat.

“Kepercayaan publik adalah modal utama industri keuangan. Jangan sampai masyarakat resah karena merasa tidak mendapatkan perlindungan. OJK harus memastikan setiap persoalan ditangani secara profesional, transparan, dan adil,” pungkas Amir.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya