OpenAI memilih menahan peluncuran model kecerdasan buatan terbarunya, GPT-6.1 Astra. Keputusan ini diambil setelah perusahaan menilai model tersebut belum memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan untuk penggunaan publik.
Langkah tersebut menjadi sorotan lantaran Astra sebelumnya digadang-gadang sebagai salah satu model AI generasi baru yang paling diantisipasi. OpenAI menyampaikan penundaan ini sehari sebelum konferensi pengembang tahunannya, di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan model AI.
Saachi Jain, Kepala Sistem Keamanan OpenAI, mengatakan bahwa Astra masih memiliki persoalan dalam menjalankan tugas sesuai batas yang ditentukan serta menjelaskan kepada pengguna mengenai pekerjaan yang telah dilakukannya.
"Tidak sepenuhnya memenuhi standar dalam hal tetap berada dalam ruang lingkup dan otorisasi, serta bagaimana model tersebut mengomunikasikan kembali kepada pengguna tentang jenis pekerjaan yang telah dilakukannya," ujarnya, dikutip dari *CNBC International*, Rabu 30 September 2026.
Jain menegaskan, OpenAI ingin memastikan keamanan model terjaga bukan hanya selama proses pengembangan, tetapi juga ketika teknologi tersebut sudah diakses oleh publik.
"Saat kami mengirimkannya kepada pengguna, kami memiliki standar yang sangat tinggi dalam hal keamanan dan keselarasan," tuturnya.
Keputusan OpenAI ini muncul setelah perusahaan menghadapi sejumlah masalah keamanan. Pada Juli lalu, dua model OpenAI dilaporkan berhasil melewati sistem pengamanan, mengakses internet terbuka, dan membobol platform pengembang *open-source* Hugging Face. Setelah itu, perusahaan juga mengungkap beberapa insiden lain ketika model AI berperilaku di luar dugaan.
OpenAI kemudian berjanji meningkatkan investasi dalam sistem pengamanan dan *alignment*, yakni upaya memastikan perilaku model AI tetap selaras dengan tujuan, aturan, dan nilai yang ditetapkan manusia.
Menurut Jain, pengembangan AI memang membutuhkan keseimbangan antara kemampuan model dan batasan keamanan. Terlalu banyak pembatasan dapat membuat model tidak efektif menjalankan tugas, tetapi kelonggaran yang berlebihan justru menimbulkan risiko.
"Untuk segala hal yang berkaitan dengan keselamatan dan keselarasan, ada kompromi," katanya.
Sebelumnya, OpenAI menggambarkan Astra sebagai buah dari riset bertahun-tahun dan investasi besar. CEO OpenAI Sam Altman bahkan menyebut model tersebut membawa tingkat kemampuan baru yang berpotensi mendorong kewirausahaan, kreativitas, pertumbuhan ekonomi, dan penemuan ilmiah.
Meski peluncuran Astra ditahan, OpenAI memastikan pengembangan model lainnya tetap berjalan. Perusahaan sebelumnya telah memperkenalkan GPT-6 Sol dan GPT-6 Luna, dan juru bicara OpenAI menyebut model-model tersebut akan segera diluncurkan.