Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bursa

Wall Street Anjlok Tertekan Imbal Hasil Treasury

RABU, 30 SEPTEMBER 2026 | 08:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Amerika Serikat (AS) kembali tertekan setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun.

Investor juga mencermati arah suku bunga Federal Reserve (The Fed) menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting pekan ini.

Pada penutupan perdagangan Selasa, 29 September 2026, waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average turun 131,59 poin atau 0,26 persen menjadi 51.349,92. S&P 500 melemah 12,85 poin atau 0,17 persen ke 7.670,84, sedangkan Nasdaq Composite turun 22,84 poin atau 0,08 persen ke 26.797,54.


Tekanan di pasar saham muncul setelah imbal hasil Treasury AS bertenor 30 tahun mencapai 5,6206 persen, level tertinggi sejak Juni 2002. Imbal hasil Treasury 10 tahun juga naik ke 5,293 persen, tertinggi sejak Juni 2007. Kenaikan imbal hasil dapat membuat obligasi lebih menarik dibandingkan saham sekaligus meningkatkan biaya pendanaan perusahaan.

Meski demikian, penurunan saham berhasil mereda setelah imbal hasil obligasi turun dari level tertingginya. Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Oktober juga menurun menjadi 51,5 persen, dari hampir 70 persen pada awal perdagangan, setelah Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams mengatakan bank sentral masih memiliki waktu untuk mempertimbangkan data sebelum mengambil keputusan berikutnya.

Sejumlah saham bergerak mencolok. CarMax melonjak 4,7 persen setelah membukukan kenaikan laba dan pendapatan kuartal kedua. Sebaliknya, saham Fair Isaac (FICO) anjlok 26,5 persen setelah muncul rencana penggunaan satu kerangka penetapan harga untuk Fannie Mae dan Freddie Mac.

Saham terkait kecerdasan buatan (AI) juga menjadi perhatian setelah prospektus penawaran umum perdana Anthropic menunjukkan pertumbuhan bisnis yang pesat sekaligus kerugian yang semakin besar. Di sisi lain, saham Meta naik 3,3 persen. 

Investor kini menunggu data inflasi PCE dan laporan pasar tenaga kerja AS yang akan menjadi bahan pertimbangan penting bagi arah kebijakan The Fed.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya