Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bursa

Harga Emas Naik Tipis Usai Anjlok Tajam, Pasar Menanti Data Ekonomi AS

RABU, 30 SEPTEMBER 2026 | 07:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia berbalik menguat, mencoba bernapas setelah mengalami kejatuhan tajam sehari sebelumnya. 

Emas spot tercatat naik 0,7 persen ke level 4.142,89 Dolar AS per ons pada penutupan Selasa 29 September 2026 atau Rabu dini hari WIB. Sementara kontrak berjangka pengiriman Desember ditutup menguat 0,3 persen menjadi 4.179,70 Dolar AS per ons.

Meski demikian, analis menilai kenaikan ini sebatas koreksi teknikal semata. Bayang-bayang tekanan masih menyelimuti logam mulia akibat kekhawatiran inflasi dan ekspektasi kebijakan moneter ketat dari the Fed. Pada perdagangan Senin, emas sempat anjlok hampir 4 persen, penurunan harian tertajam sejak Juni, akibat hantaman penguatan Dolar AS, melonjaknya imbal hasil US Treasury, serta tingginya harga energi.


Kombinasi Dolar AS yang perkasa dan yield obligasi yang tinggi membuat daya tarik emas meredup karena tidak memberikan imbal hasil. Terlebih, pasar kini melihat peluang besar bahwa bank sentral Amerika Serikat akan kembali menaikkan suku bunganya, dengan probabilitas mencapai 68 persen pada Oktober dan 95 persen pada Desember berdasarkan FedWatch Tool CME Group.

Saat ini, para investor memilih untuk menahan diri sambil menunggu rilis rentetan data ekonomi penting Amerika Serikat, termasuk data tenaga kerja dan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) yang segera diumumkan.

Tekanan pasar ini turut menyeret harga logam mulia lainnya. Di pasar spot, perak melemah 0,4 persen menjadi 60,72 Dolar AS per ons, platinum merosot 1,8 persen ke posisi 1.686,34 Dolar AS, dan paladium terkoreksi 0,5 persen menjadi 1.208,24 Dolar AS per ons.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya