Berita

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria saat rapat dengan jajaran PT Pelindo di Wisma Danantara, Jakarta, Senin, 28 September 2026. (Foto: Istimewa)

Industri

Pelindo Pangkas 17 Anak Usaha demi Perkuat Model Bisnis

RABU, 30 SEPTEMBER 2026 | 06:48 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

PT Pelindo terus melakukan penataan struktur korporasi melalui program streamlining untuk memperkuat model bisnis dan memperjelas peran setiap entitas dalam Pelindo Group. 

Hal ini disampaikan Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria saat rapat dengan jajaran PT Pelindo di Wisma Danantara, Jakarta, Senin, 28 September 2026.

Dony mengatakan, transformasi Pelindo masih akan berlangsung dalam jangka panjang dan diawali dengan penyederhanaan struktur entitas sebelum dilanjutkan dengan penataan model bisnis.


“Jadi ini transformasinya masih panjang, tapi dimulai dari streamlining dulu, abis itu baru kita masuk ke proses menata bisnis model kita menjadi benar,” ujar Dony, dikutip dari Instagram resmi BP BUMN, Rabu, 30 September 2026.

Dalam program streamlining 2026, Pelindo menargetkan pengurangan jumlah entitas dari 41 menjadi 24 entitas. Dari 17 entitas yang masuk dalam program penataan, sebanyak 11 entitas telah menyelesaikan aksi korporasi, sementara enam entitas lainnya ditargetkan selesai hingga 31 Desember 2026. Penataan dilakukan melalui berbagai skema, antara lain merger, konsolidasi, divestasi, dan likuidasi.

Selain penyederhanaan jumlah entitas, Pelindo juga melakukan perubahan model parenting dari strategic holding menuju active management. 

Melalui model tersebut, Pelindo akan mengambil peran lebih langsung dalam pengelolaan kegiatan operasional utama, dengan pembagian peran yang lebih jelas antara holding, regional, service line, dan entitas usaha.

Dony menilai transformasi tersebut dapat dilakukan secara lebih terintegrasi melalui konsolidasi di bawah Danantara.

“Pilihan untuk melakukan transformasi ini adalah pilihan yang sangat tepat. Sekarang konsolidasi dengan adanya Danantara ini semua menjadi mungkin dilakukan,” ungkapnya.

Penataan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengurangan jumlah entitas, tetapi berlanjut pada pembentukan struktur dan model bisnis Pelindo yang lebih sederhana, efektif, serta mampu memperkuat kinerja grup secara keseluruhan.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya