Berita

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat (tengah) di area Ekowisata Dusun Bambu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa, 29 September 2026. (Foto: Istimewa)

Pemerintahan

Menteri Jumhur Dorong Eco Tourism demi Memuliakan Lingkungan dan Ekonomi

RABU, 30 SEPTEMBER 2026 | 00:53 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat melakukan penanaman pohon di area Ekowisata Dusun Bambu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa, 29 September 2026.

Dalam kesempatan itu, Menteri Jumhur mengatakan, pemerintah sangat serius untuk mendorong eco tourism atau pariwisata ekologi karena itu adalah suatu kegiatan ekonomi yang sekaligus bisa memuliakan lingkungan. 

"Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sudah bekerja sama dengan beberapa pihak untuk memastikan bahwa keterlibatan dunia usaha yang memanfaatkan keanekaragaman hayati, kelebihan lingkungan Indonesia harus dikolaborasi dengan baik," kata Menteri Jumhur di Acara Ekowisata Dusun Bambu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa, 29 September 2026.


Menteri Jumhur menjelaskan, nanti aka ada yang namanya biodiversity credit dan sebagainya, kehadiran Menteri LH di Bandung juga dalam rangka sosialisasi hal tersebut. 

“Apa yang dilakukan di sini bisa menjadi contoh baik bagi daerah mana pun, terutama di Jawa Barat, agar orang gandrung untuk bisa ikut dalam kegiatan atau mendatangi atau healing ke lokasi eco tourism,” tuturnya.

"Sebab apapun kegiatan di sini bisa hidup kalau ada sirkular ekonomi atau ada ekonomi yang berputar. Sebab kalau tidak ada sirkular ekonomi maka biasanya tidak akan abadi," tambah dia. 

Dalam rangka itu, lanjut Jumhur, seluruh aturan-aturan terkait dengan pemuliaan lingkungan itu harus dijaga. Untuk itu KLH akan selalu mengawasi semuanya untuk memastikan lingkungan terjaga. Dengan lingkungan terjaga maka orang akan menjadi gandrung untuk mendatangi eco tourism.

"Kemudian hal kedua, kemarin Saya di luar negeri yaitu New York, Amerika Serikat (AS), begitu juga di London, Inggris bertemu dengan kalangan-kalangan pecinta lingkungan, salah satunya penasihat Raja Inggris terkait biodiversity, intinya mereka meminta dan mendorong Indonesia menjadi leader dalam urusan-urusan lingkungan hidup," bebernya.

Menteri Jumhur mengatakan, Indonesia adalah megabiodiversity. Jumlah antara biodiversity di daerah dan di laut Indonesia merupakan yang terbesar di dunia. Karena itu sangat wajar kalau semua orang di dunia mengharapkan Indonesia menjadi pemimpin di dalam bagaimana memelihara dan mengembangkan biodiversity di dunia.

"Kira-kira itulah kabar dari luar negeri tentang Indonesia," tegas Jumhur.

Ia mengaku dirinya terkesan dengan eco tourism Dusun Bambu Bandung Barat karena merupakan kampung halamannya yang semasa kecil hidup di daerah Cililin. 

“Dulunya di sini tanah yang gersang, tidak ada pohon-pohon keras, yang berpotensi menyebabkan erosi. Lalu sekarang ditanami pohon-pohon keras sehingga menjadi rimbun sekali,” ungkap dia.

"Itulah yang saya katakan tadi membangun usaha, membangun kegiatan ekonomi sirkular sambil memuliakan lingkungan. Saya rasa ini contoh baik," jelas Jumhur.

Menteri Jumhur menegaskan dirinya setuju izin usaha ekowisata dipermudah. Intinya semua aturan itu yang membuat pemerintah pusat. Jadi ada undang-undang, ada peraturan pemerintah, sejauh aturan itu diikuti seharusnya tidak boleh ada pertentangan. 

“Jadi aturan di bawahnya, di daerah turunannya juga harus mempermudah sejauh usaha itu comply atau memenuhi syarat menjaga lingkungan. Tapi kalau kegiatannya justru merusak lingkungan dengan dalih ekowisata maka itu tidak boleh,” pungkasnya.  


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya