Berita

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. (Foto: Dok. Kemensos)

Pemerintahan

Wamensos Dorong Pekalongan Kejar Sekolah Rakyat Permanen Tahun Ini

SELASA, 29 SEPTEMBER 2026 | 18:56 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mendorong Kabupaten Pekalongan mengejar pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen agar bisa masuk dalam target pembangunan tahun ini.

Agus Jabo mengatakan, Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya pemerintah memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin.

“Kita sedang berjuang supaya pembangunan Sekolah Rakyat permanen di tahun ini 200. Sekarang baru ada 158. Kalau kemudian Pekalongan bisa mengejar itu, mudah-mudahan bisa ikut tahun ini,” kata Agus Jabo saat menerima audiensi Plt Bupati Pekalongan Sukirman di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa, 29 September 2026.


Menurutnya, Sekolah Rakyat memberikan kesempatan bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk mengembangkan potensi tanpa terhambat kondisi ekonomi keluarga.

“Anak-anak miskin yang sudah gelap harapannya, sekarang di Sekolah Rakyat pengen jadi dokter, tentara, ingin jadi polisi, ada jalannya. Jadi Sekolah Rakyat ini betul-betul jembatan emas mereka membangun harapan baru,” ujarnya.

Untuk pembangunan di Pekalongan, pemerintah daerah menyatakan siap menyediakan lahan seluas 8,1 hektare berstatus hak pakai di Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni.

Plt Bupati Pekalongan Sukirman mengatakan lokasi tersebut berada di kawasan strategis dan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi daerah.

“Sekolah Rakyat itu di Kedungwuni Timur, kecamatan strategis karena kecamatan kedua terbesar setelah Kajen dengan pusat pertumbuhan ekonomi yang cukup lumayan dan tingkat mobilitas warga juga sangat tinggi,” kata Sukirman.

Pemkab Pekalongan juga menyatakan siap memenuhi persyaratan administrasi yang dibutuhkan. Pemerintah daerah berharap pembangunan Sekolah Rakyat tersebut dapat direalisasikan pada 2027.

Agus Jabo menambahkan, kapasitas Sekolah Rakyat ke depan ditargetkan mencapai 2.500 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Saat ini kapasitas yang tersedia berkisar 1.000 hingga 1.500 siswa.

Selain pendidikan formal, Sekolah Rakyat juga dirancang dengan pendidikan karakter serta fasilitas pendukung bagi siswa dari keluarga miskin.

“Walaupun ini untuk orang miskin, tapi sarana-prasarananya dibuat yang sebagus mungkin,” ujarnya.

Agus Jabo mengatakan pengentasan kemiskinan tidak cukup dilakukan melalui pendidikan anak. Pemerintah juga perlu memperbaiki tempat tinggal dan memperkuat ekonomi keluarga.

“Konsepnya, anaknya kita sekolahkan, rumah orang tuanya kita perbaiki, dan ekonominya kita bantu. Jadi ini pengentasan kemiskinan secara komprehensif,” tandasnya.

Berdasarkan data BPS 2026, tingkat kemiskinan Kabupaten Pekalongan pada 2025 tercatat 8,05 persen. Sementara data Pusdatin Kemendikdasmen mencatat jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di daerah tersebut mencapai 14.558 anak per 6 September 2026.

Kondisi tersebut menjadi salah satu konteks perlunya perluasan akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya