Berita

Anggota Komisi V DPR RI, Edi Purwanto. (Foto: Istimewa)

Parlemen

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

SELASA, 29 SEPTEMBER 2026 | 23:46 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Anggota Komisi V DPR RI, Edi Purwanto meminta pemerintah segera mencari penyelesaian menyeluruh terhadap kemacetan panjang di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. 

Menurut Edi, kemacetan horor yang berulang dan berlangsung cukup lama sudah berdampak pada aktivitas masyarakat yang tinggal di sekitar pelabuhan.

Persoalan itu kembali mendapat sorotan setelah warga mendatangi kantor ASDP Cabang Ketapang. Sekitar 100 orang dari berbagai unsur masyarakat ikut dalam aksi tersebut. 


Mereka mengeluhkan kemacetan yang sudah terjadi sekitar empat bulan dan membuat aktivitas sehari-hari ikut terganggu. Antrean kendaraan bahkan dilaporkan sempat mencapai sekitar 12 kilometer.

“Kalau ini sudah berlangsung berbulan-bulan, tentu kita harus lihat persoalannya secara utuh. Jangan hanya bicara kendaraan yang antre. Ada masyarakat yang setiap hari hidup dan beraktivitas di sekitar pelabuhan, ada yang berdagang, bekerja, anak-anak sekolah, dan ada juga masyarakat yang membutuhkan akses kesehatan,” ujar Edi dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa, 29 September 2026.

Legislator PDIP ini meminta Kementerian Perhubungan bersama ASDP dan pemerintah daerah duduk bersama mengevaluasi pola penanganan yang selama ini dilakukan. 

Lebih lanjut disampaikan bahwa evaluasi perlu melihat kapasitas pelabuhan, pengaturan kendaraan sebelum masuk pelabuhan, proses boarding, bongkar muat, kesiapan kapal hingga pengaturan arus kendaraan di jalan menuju Ketapang.

Di sisi lain, terkait dengan persoalan kendaraan ODOL sudah harus ditertibkan. Namun, penertiban tersebut tidak boleh menjadi satu-satunya jawaban atas kemacetan yang terus berulang.

“ODOL tetap harus ditangani, tetapi jangan kemudian semua persoalan kemacetan dibebankan ke sana. Kita harus lihat juga apakah kapasitas pelabuhannya memadai, bagaimana pola antreannya, boarding-nya, pergerakan kapalnya, sampai koordinasi di lapangan. Kalau macetnya terus berulang, berarti ada sistem yang harus kita benahi,” jelasnya.

Edi mengatakan keberadaan Pelabuhan Ketapang memiliki peran penting bagi pergerakan orang maupun distribusi barang antara Jawa dan Bali. Karena itu, kelancaran operasional pelabuhan harus berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat yang tinggal di sepanjang jalur menuju pelabuhan.

“Pelabuhan ini pintu pergerakan ekonomi. Tetapi jangan sampai karena aktivitas di pelabuhan, warga di sekitarnya malah kesulitan bekerja, berdagang, mengantar anak sekolah atau mendapatkan pelayanan kesehatan. Pemerintah harus hadir memastikan dua-duanya berjalan, pelayanan penyeberangan lancar dan masyarakat juga tidak kehilangan aksesnya,” pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya