Berita

Kepala Bakom Muhammad Qodari (Foto: Bakom RI)

Pemerintahan

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

SELASA, 29 SEPTEMBER 2026 | 13:36 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kapal induk pertama Indonesia, KRI Sriwijaya-100, bakal dimodifikasi untuk mendukung penanganan bencana dan misi kemanusiaan.

Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Kabinet Terbatas mengenai penanganan bencana pada 7 September 2026 lalu. 

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan, modifikasi dilakukan agar kapal tersebut mampu mendukung pengoperasian helikopter dan drone.


"Kemampuan tersebut diprioritaskan untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan," kata Qodari dalam keterangannya, dikutip Selasa, 29 September 2026.

Menurut Qodari, kemampuan tersebut penting bagi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah luas dan kondisi geografis yang beragam. 

Kekuatan pertahanan, kata dia, perlu memiliki kemampuan bergerak cepat untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses, terutama ketika bencana menyebabkan jalur darat maupun fasilitas pendukung lainnya terganggu.

"Dengan kemampuannya mendukung pergerakan helikopter serta membawa dan menyalurkan berbagai kebutuhan, KRI Sriwijaya-100 dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat maupun jalur lainnya," Qodari menerangkan.

Ia menambahkan, penguatan fungsi KRI Sriwijaya-100 tidak semata-mata berkaitan dengan modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista), tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas negara dalam merespons keadaan darurat. 

Kapal tersebut tetap menjalankan fungsi pertahanan maritim, sekaligus dapat dimanfaatkan dalam operasi militer selain perang.

"Dengan demikian, kehadiran KRI Sriwijaya-100 tidak hanya berbicara mengenai bertambahnya kemampuan pertahanan maritim Indonesia. Kapal ini juga dipersiapkan untuk memperkuat kemampuan negara dalam merespons keadaan darurat dan membantu masyarakat ketika mereka membutuhkan," tutup Qodari.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya