Menteri Keuangan Suahasil Nazara (tengah). (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)
Pemerintah akan mengarahkan APBN 2027 untuk memperkuat penciptaan lapangan kerja dan mendorong ekspor di tengah dinamika ekonomi global.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, pengesahan APBN 2027 menjadi bagian dari siklus penyusunan anggaran yang telah dibahas bersama DPR.
Menurutnya, APBN akan terus digunakan sebagai instrumen untuk menjaga pertumbuhan sekaligus melindungi masyarakat.
"APBN menumbuhkan, APBN melindungi, namun APBN juga kredibel dan sehat untuk menjalankan perannya menumbuhkan dan melindungi tersebut," kata Suahasil usai pengesahan APBN 2027, Selasa, 29 September 2026.
Menurutnya, penciptaan lapangan kerja menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan APBN 2027. Pemerintah ingin memastikan serapan tenaga kerja semakin besar dan berlangsung dalam sektor yang semakin formal.
"Kita memikirkan bagaimana menciptakan
employment, serapan tenaga kerja semakin formal, semakin baik," kata Suahasil.
Selain lapangan kerja, pemerintah juga menargetkan peningkatan ekspor. Suahasil mengatakan kondisi ekonomi global masih menghadapi volatilitas sehingga penguatan sektor domestik menjadi modal untuk menjaga perekonomian.
"Selain itu juga kami ingin menegaskan kita juga perlu mendorong ekspor kita," kata Suahasil.
Di sisi domestik, pemerintah menilai pertumbuhan ekonomi masih berjalan baik. Suahasil menyebut pertumbuhan ekonomi sebesar 5,45 persen menjadi salah satu modal untuk terus menciptakan lapangan kerja dan memperluas ekspor ke pasar dunia.
"Ini semua adalah modal kita untuk terus menciptakan
employment dan juga modal kita untuk terus bisa melakukan ekspor ke pasar dunia," kata Suahasil.
Untuk mendukung dua sasaran tersebut, industri menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian pemerintah, terutama industri padat karya yang memiliki kaitan langsung dengan penciptaan lapangan kerja dan ekspor.
"Industri padat karya juga sangat penting untuk kita bantu karena tadi dia konsisten dengan menciptakan lapangan kerja dan mendorong ekspor," tutup Suahasil.