Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bursa

Drama IHSG di Sesi I: Jatuh Terjungkal Lalu Bangkit tapi Masih di Zona Merah

SELASA, 29 SEPTEMBER 2026 | 12:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) berlangsung cukup bergejolak pada sesi I, Selasa siang 29 September 2026. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terperosok hingga level 6.013,08 sebelum berbalik menguat, meski akhirnya masih ditutup di zona merah pada akhir sesi I.

IHSG mengakhiri sesi I di level 6.135, turun 12,86 poin atau 0,21 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level 6.147,86.


Tekanan jual langsung terlihat sejak awal perdagangan. IHSG dibuka di level 6.118,81 dan terus melemah hingga mencapai titik terendah harian 6.013,08 sekitar pukul 09.30 WIB.

Setelah menyentuh level tersebut, tekanan mulai mereda. IHSG perlahan bangkit dan bergerak di kisaran 6.040-6.100 sekitar pukul 10.00 WIB. Menjelang pukul 11.00 WIB, indeks bahkan sempat melonjak hingga menyentuh level tertinggi harian 6.150,55.

Namun, penguatan tersebut tidak bertahan hingga penutupan sesi I. IHSG kembali terkoreksi dan berakhir di level 6.135. Rentang pergerakan yang mencapai sekitar 137 poin dari titik terendah hingga tertinggi menunjukkan perdagangan berlangsung cukup volatil.

Tekanan pasar juga terlihat dari jumlah saham yang bergerak turun. Sebanyak 451 saham melemah, sementara 250 saham menguat dan 262 saham lainnya tidak mengalami perubahan.

Dari sisi aktivitas transaksi, volume perdagangan mencapai 231 juta lot dengan nilai transaksi Rp7,34 triliun. CUAN, BBCA, dan BMRI tercatat sebagai tiga saham dengan nilai transaksi terbesar.

Pergerakan sektoral turut menahan laju. Sektor teknologi (IDXTECHNO) menjadi yang terkoreksi paling dalam dengan penurunan 2,94 persen, disusul sektor barang baku (IDXBASIC) yang turun 0,13 persen, sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) naik 0,22 persen, dan sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) melemah 1,32 persen.

Sektor energi (IDXENERGY) turun 0,52 persen, sektor kesehatan (IDXHEALTH) melemah 0,67 persen, sektor keuangan (IDXFINANCE) turun 0,15 persen, dan sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) terkoreksi 1,02 persen.

Sementara itu, sektor industri (IDXINDUST) menguat 0,19 persen dan sektor infrastruktur (IDXINFRA) naik 0,34 persen. Sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) masih melemah 0,57 persen.

Di kelompok indeks lainnya, LQ45 turun 0,03 persen ke level 611,600, sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) melemah 0,10 persen menjadi 365,373. IDX30 turun 0,013 poin ke level 339,260. Sebaliknya, MNC36 menguat 0,46 persen ke level 266,868.

Pergerakan IHSG juga berlangsung di tengah penerapan aturan baru BEI yang menurunkan batas minimum harga saham dari sebelumnya Rp50 menjadi Rp1 per lembar untuk perdagangan di pasar reguler dan pasar tunai sejak Senin 28 September 2026.

Perubahan tersebut diikuti penyesuaian batas auto rejection. Untuk saham dengan harga Rp1-Rp10, batas Auto Rejection Atas (ARA) dan Auto Rejection Bawah (ARB) ditetapkan Rp1. Sementara itu, ketentuan ARB asimetris sebesar 15 persen tetap berlaku untuk saham dengan harga di atas Rp10 hingga akhir 2026.

BEI menyebut kebijakan tersebut ditujukan untuk memperluas rentang perdagangan saham, meningkatkan kualitas pembentukan harga (price discovery), mendorong likuiditas, serta memberikan fleksibilitas lebih besar bagi investor dalam mengelola portofolio.

Di luar faktor domestik, pasar saham juga masih menghadapi tekanan dari sentimen global. Kebijakan moneter global, pergerakan Dolar AS, harga energi, dan tingkat suku bunga global menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi volatilitas pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Meski IHSG sempat bangkit dari titik terendah 6.013,08 dan bahkan menembus level penutupan sebelumnya, indeks belum mampu mempertahankan penguatan hingga akhir sesi I.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya