Berita

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Foto: RMOL)

Industri

Kinerja Satgas Hilirisasi Berbuah Manis, Indonesia Kuasai 41 Persen Nikel Olahan Dunia

SELASA, 29 SEPTEMBER 2026 | 11:40 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kebijakan larangan ekspor bijih nikel yang berlanjut pada hilirisasi terbukti sukses menarik investasi smelter sekaligus mendongkrak nilai tambah di dalam negeri. Berkat capaian ini, Indonesia kini diklaim menguasai 41 persen pangsa pasar nikel olahan global.

Sejumlah ekonom mengapresiasi efektivitas kebijakan tersebut di bawah komando Ketua Satgas Percepatan Hilirisasi yang juga Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. 

Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai kebijakan konsisten ini telah sukses mengubah wajah Indonesia di panggung internasional.


"Indonesia juga telah berubah dari pengekspor bijih menjadi pusat produksi olahan," ujar Yusuf  Yusuf saat dihubungi, Selasa, 29 September 2026.

Indonesia tercatat sukses menggeser posisi China dan melompatkan pangsa produksi nikel olahan nasional dari yang semula hanya 1 persen menjadi 41 persen dunia dalam satu dekade terakhir.

Menurut Yusuf, dominasi ini memberikan modal tawar yang kuat bagi Indonesia di pasar global. Oleh karena itu, langkah Menteri Bahlil dalam menata produksi lewat Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) krusial untuk menjaga keseimbangan pasokan, mendongkrak penerimaan negara, serta memastikan smelter domestik tidak kekurangan bahan baku.

"Pangsa 41 persen merupakan modal tawar yang besar, tetapi baru menjadi kekuatan ekonomi jika Indonesia menguasai teknologi, memperluas pembeli, menjaga harga, dan mempertahankan lebih banyak nilai tambah di dalam negeri," tegasnya.

Senada dengan itu, analis senior Indonesia Strategic and Economics Action Institution, Ronny P. Sasmita, menilai hilirisasi telah memicu transformasi struktural yang masif. Mengacu data Our World in Data dan British Geological Survey, produksi nikel olahan RI meroket lebih dari 60 kali lipat, dari sekitar 22 ribu ton pada 2014 menjadi lebih dari 1,4 juta ton pada 2023.

Dampak ekonominya pun nyata. Sepanjang 2025, investasi hilirisasi menembus Rp584,1 triliun, dan berlanjut hingga Rp300,1 triliun pada semester I 2026. Arus modal ini menciptakan efek berganda berupa perluasan lapangan kerja, peningkatan nilai ekspor, hingga pendalaman basis manufaktur nasional.

Ke depan, Ronny mendorong agar Indonesia melanjutkan pencapaian ini menuju tahap deep industrialization. Melalui pengembangan teknologi seperti HPAL, prekursor, katoda, hingga industri baterai, Indonesia diharapkan tidak sekadar menjadi produsen terbesar, tetapi benar-benar mendominasi penguasaan teknologi dan rantai pasok global.

"Gelar 'raja nikel' baru merupakan babak pertama. Babak keduanya jauh lebih penting, apakah Indonesia hanya menjadi negara dengan produksi nikel terbesar, atau benar-benar menjadi negara yang paling besar menikmati nilai ekonomi, teknologi dan kekuatan industri dari nikelnya," pungkas Ronny.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya