Berita

Politikus PDIP Mohammad Guntur Romli (Foto: Dokumen pribadi)

Politik

PDIP Sentil Jokowi: Harusnya Tunjukkan Ijazah Asli, Bukan KTA PSI

SELASA, 29 SEPTEMBER 2026 | 11:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sikap mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), partai yang dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep, dalam Rakorda Jawa Barat menuai beragam reaksi.

Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Mohammad Guntur Romli, mengaku heran dengan langkah tersebut. Menurutnya, alih-alih memamerkan KTA PSI, Jokowi lebih baik menunjukkan ijazah asli S1 UGM guna meredakan kegaduhan di publik.

Selain Jokowi, Guntur menilai Wakil Presiden RI sekaligus putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, juga seharusnya menunjukkan ijazah kelulusan SMA yang kini tengah digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).


“Diminta nunjukin ijazah agar tidak makin gaduh, kok malah nunjukin KTA. Baik Jokowi diminta nunjukin ijazah S1 UGM-nya dan Gibran nunjukin ijazah SMA-nya,” kata Guntur kepada wartawan di Jakarta, Selasa 29 September 2026. 

Sebelumnya, Jokowi mengungkapkan bahwa dirinya telah resmi menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025. Ia baru memamerkan KTA tersebut saat menghadiri Rakorda PSI di Bandung, Sabtu 26 September 2026.

"Saya sudah masuk menjadi keluarga besar PSI itu sudah 14 Oktober 2025. Sudah setahun lalu. Banyak yang enggak percaya. Saya kasih kartu anggota saya," ucap Jokowi.

Ia berdalih baru mengumumkan keanggotaannya karena menunggu momentum yang tepat, seperti saat bertemu para kader PSI di Bandung dan Kabupaten Bekasi.

"Banyak yang bertanya kok baru ditunjukkan sekarang, ya kan suka-suka saya dong, kan ini kartu milik saya, bahwa saya tunjukkan di Bandung dan Bekasi ini karena momentumnya memang sekarang," ujarnya.

"Politik ini kan momentum, momentumnya pas kan ya saya tunjukkan sekarang," demikian Jokowi.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya