Berita

Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Pertanian (Kementan) meninjau Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Foto: Istimewa)

Politik

Perkuat Ekonomi Susu Nasional, KUTT Suka Makmur Naungi 2.000 Peternak Sapi Perah

SELASA, 29 SEPTEMBER 2026 | 11:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Pertanian (Kementan) meninjau Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Kunjungan ini membedah efisiensi rantai pasok dari hulu ke hilir untuk menopang kemandirian industri susu nasional.

KUTT Suka Makmur saat ini menaungi lebih dari 2.000 peternak dengan populasi sekitar 8.700 ekor sapi perah, serta menghasilkan produksi susu segar mencapai 35 ton per hari.

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), menegaskan bahwa akselerasi kemandirian susu membutuhkan ekosistem bisnis hulu-hilir yang produktif dan efisien. 


“Kemandirian susu nasional bukan sekadar persoalan menambah sapi, tetapi membangun ekosistem yang membuat peternak mampu menghasilkan susu secara produktif, efisien, dan berkelanjutan. KUTT Suka Makmur menunjukkan bagaimana koperasi berperan sentral menyediakan pakan, pembiayaan, hingga layanan kesehatan bagi para anggotanya,” ujar Titiek dalam keterangannya, dikutip redaksi Selasa 29 September 2026.

Selain menampung susu, koperasi menyediakan pakan, layanan kesehatan, permodalan, hingga produk bernilai tambah. 

Kunjungan ini turut menyoroti potensi Sapi Grati sebagai sapi perah dataran rendah yang adaptif. Wakil Ketua Komisi IV Abdul Kharis Almasyhari dan Anggota Komisi IV Endang Setyawati Thohari mendorong konservasi plasma nutfah ini, di mana DPR RI tengah menyiapkan RUU Sumber Kekayaan Genetika.

Ketua KUTT Suka Makmur, Evi Zainal Abidin, menekankan pentingnya kemitraan strategis dengan industri pengolahan. 

“Industri dan koperasi sudah selayaknya menjadi mitra strategis yang saling membesarkan. Kemitraan yang sehat akan membuka ruang agar peternak berkembang, koperasi semakin kuat, dan industri mendapatkan pasokan susu berkualitas prima,” jelas Evi.

Dirjen PKH Kementan, Agung Suganda, mengungkapkan bahwa produksi susu domestik baru memenuhi 20 persen kebutuhan nasional, sementara 80 persen sisanya masih diimpor. 

Untuk menekan defisit ini, pemerintah menargetkan penambahan 600 ribu ekor sapi perah hingga 2029 melalui skema subsidi, asuransi, standardisasi kandang, dan pembiayaan perbankan. Sinergi lintas sektoral ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem peternakan serta melindungi aset lokal secara berkelanjutan.


Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya