Berita

Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) menangkap Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ESDM periode 2013-2017, Mochamad Teguh Pamudji, terkait korupsi tata kelola nikel periode 2017-2020 di Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Senin, 29 September 2026 (Foto: Dok Puspenkum Kejagung)

Hukum

Lagi Asyik Istirahat, Mantan Sekjen ESDM Ditangkap Kejagung di Rumah

SELASA, 29 SEPTEMBER 2026 | 10:32 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ESDM periode 2013-2017, Mochamad Teguh Pamudji, ditangkap penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) di sebuah rumah di Purbalingga, Jawa Tengah. 

Ia ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola nikel periode 2017-2020 di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pamudji ditangkap di Rumah ASS, Dusun 2 Kajongan, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga, pada Sabtu 26 September 2026 sekitar pukul 01.24 WIB.


Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, mengatakan Pamudji merupakan tersangka kelima dalam perkara tersebut. Sebelum ditangkap, Pamudji diketahui belum memenuhi panggilan penyidik pada Jumat 25 September 2026.

"MTP merupakan tersangka kelima dalam perkara ini yang sebelumnya belum memenuhi panggilan penyidik pada Jumat 25 September 2026," kata Anang dalam keterangan resmi.

Proses pengamanan Pamudji sempat menghadapi hambatan ketika penyidik hendak memasuki kediaman tersebut. Namun, penyidik akhirnya berhasil mengamankan Pamudji untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah diamankan, Pamudji dibawa ke Kantor Kejaksaan Negeri Purwokerto untuk menjalani pemeriksaan.

Dalam perkara ini, Pamudji disangkakan melanggar Pasal 603 juncto Pasal 20 huruf a atau c KUHP sebagai dakwaan kesatu primair, subsider Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Selain itu, ia juga disangkakan dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b UU Tipikor.

Penyidik sebelumnya telah menetapkan empat orang tersangka dan satu korporasi dalam perkara tersebut. Salah satunya merupakan mantan Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM berinisial BS.

Tersangka lainnya adalah MHI, selaku Kepala Bidang Mineral dan Batubara Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tenggara periode 2017-2019, serta NRH, selaku Kepala Unit Sucofindo Kendari periode 2012-2019.

Kejagung juga menetapkan PT CNI sebagai tersangka korporasi dalam perkara dugaan korupsi tata kelola nikel tersebut.


Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya