Berita

Direktur Investasi & Pengembangan Bisnis PHE, Dannif Utojo Danusaputro, tampil sebagai pembicara dalam forum KCCUS di Seoul, Korea Selatan, pada 15 September 2026 (Foto: Pertamina)

Energi

PHE Siapkan Asri Basin Jadi Pusat Penyimpanan Karbon Regional

SELASA, 29 SEPTEMBER 2026 | 08:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) kembali menegaskan komitmennya dalam mengakselerasi penerapan teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) serta Carbon Capture and Storage (CCS) guna mendukung transisi energi regional. 

Komitmen ini disampaikan oleh Direktur Investasi & Pengembangan Bisnis PHE, Dannif Utojo Danusaputro, saat tampil sebagai pembicara dalam forum KCCUS di Seoul, Korea Selatan, pada 15 September 2026.

Dalam presentasinya yang berjudul "Implementing CCUS Projects: Visions, Capabilities, and Best Practices", Dannif memaparkan perkembangan portofolio proyek CCUS PHE di Indonesia. Tercatat, PHE telah mengeksekusi 10 program dengan total injeksi mencapai 5.671 ton CO? ekivalen. Tonggak penting dari capaian ini meliputi keberhasilan injeksi CO? perdana di Lapangan Sukowati pada Desember 2023, yang kemudian dilanjutkan dengan studi uji coba interwell CO? Enhanced Oil Recovery (EOR) pada 2025.


Selain proyek berskala pilot, PHE dan ExxonMobil saat ini tengah berkolaborasi mengembangkan proyek CCS Hub regional pertama di Asri Basin. Proyek ini dirancang secara komprehensif, mulai dari pengangkutan Liquid CO? (LCO?), terminal penerimaan, pipa lepas pantai, sumur injeksi, hingga fasilitas penyimpanan akhir.

Terkait strategi dekarbonisasi ini, Dannif menjelaskan bahwa PHE mengusung pendekatan yang sistematis dan terukur.

"Pendekatan kami sangat terencana, di mana kami menimba pengalaman operasional melalui pilot project sekaligus secara paralel mempersiapkan infrastruktur dan ekosistem yang dibutuhkan untuk pengembangan CCS/CCUS berskala lebih besar," jelas Dannif  dalam keterangan yang dikutip redaksi, Selasa 29 September 2026.

Lebih lanjut, ia memaparkan potensi besar Indonesia yang diproyeksikan sebagai pusat penyimpanan karbon regional. Data pemerintah menunjukkan kapasitas penyimpanan CO? nasional mencapai sekitar 578 gigaton yang tersebar di 20 cekungan produktif. 

Untuk Asri Basin sendiri, potensi penyimpanannya diperkirakan mencapai 2,9 gigaton. Letaknya yang strategis di lepas pantai, dekat dengan pusat emisi domestik serta jalur pelayaran utama,  menjadikan kawasan ini sebagai prioritas pengembangan injection hub CO?.

"Asri CCS Hub menggabungkan skala penyimpanan yang masif, lokasi strategis, serta konsep rantai transportasi dan penyimpanan yang lengkap. Tempat penyimpanan yang baik secara teknis juga harus layak secara komersial dan siap secara institusional. Kerangka regulasi pendukung di Indonesia telah tersedia, dan tugas kita bersama adalah mewujudkannya menjadi proyek yang dapat diimplementasikan serta bankable," tegas Dannif.

Dukungan regulasi di Indonesia pun kian matang. Sejak 2023, pemerintah telah menerbitkan berbagai landasan hukum, seperti Permen ESDM No. 2/2023, Peraturan Presiden No. 14/2024 tentang CCS Cross-Border, hingga regulasi pendukung mengenai nilai ekonomi karbon dan tata kelola unit karbon.

Melalui kemitraan strategis bersama para pemangku kepentingan di Korea Selatan, mulai dari produsen emisi, perusahaan pelayaran, penyedia teknologi, hingga investor,  PHE optimistis Asri CCS Hub dapat menjadi platform injeksi karbon unggulan yang saling menguntungkan kedua negara.

Ke depan, PHE konsisten berinvestasi pada pengelolaan hulu migas yang berkelanjutan dengan berpedoman pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan juga terus menjunjung tinggi integritas lewat budaya kepatuhan, good corporate governance, dan pencegahan fraud demi terciptanya lingkungan kerja yang profesional, transparan, serta beretika.


Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya