Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bursa

Bukan Cuma Emas, Perak hingga Paladium Ikut Berguguran

SELASA, 29 SEPTEMBER 2026 | 07:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia merosot tajam pada perdagangan Senin, tertekan penguatan Dolar AS dan kenaikan imbal hasil US Treasury di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga minyak.

Emas spot turun 3,5 persen menjadi 4.136,81 Dolar AS per ons pada pukul 24.30 WIB. Sebelumnya, harga logam kuning ini sempat menyentuh 4.110,55 Dolar AS per ons, level terendah sejak 5 Agustus.

Penurunan juga terjadi pada emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Desember yang ditutup melemah 3,5 persen menjadi 4.168,40 Dolar AS per ons.


Analis American Gold Exchange Jim Wyckoff mengatakan kenaikan tajam harga minyak kembali memperlihatkan bahwa tekanan inflasi masih menjadi persoalan. Kondisi tersebut berpotensi mendorong Federal Reserve mempertahankan kebijakan moneter ketat.

Tekanan terhadap emas semakin kuat karena Dolar AS bertahan di sekitar level tertinggi dalam dua bulan. Penguatan greenback membuat emas yang dihargai dalam Dolar AS menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli dari luar Amerika Serikat.

Di saat bersamaan, imbal hasil US Treasury terus meningkat. Kenaikan yield membuat biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan bunga menjadi lebih tinggi.

Harga minyak sendiri melonjak sekitar 3 persen setelah Presiden AS Donald Trump menolak kesepakatan damai dari Iran untuk mengakhiri konflik kedua negara sekaligus membuka kembali Selat Hormuz.

Lonjakan harga minyak berpotensi memperbesar tekanan inflasi dan mendorong bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi ini menjadi tantangan bagi emas yang selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.

Ketika suku bunga meningkat, daya tarik emas cenderung berkurang karena investor memiliki pilihan aset lain yang menawarkan imbal hasil.

Data FedWatch Tool CME Group menunjukkan pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 94 persen untuk satu kali kenaikan suku bunga pada Desember.

Federal Reserve sebelumnya telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada awal bulan ini dan memberikan sinyal bahwa kenaikan lanjutan masih mungkin diperlukan dalam beberapa bulan mendatang.

Sejumlah pejabat The Fed juga masih memperingatkan tingginya risiko inflasi. Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack menjadi salah satu pejabat terbaru yang menyampaikan pandangan bahwa suku bunga mungkin masih perlu dinaikkan.

Pasar kini menunggu sejumlah indikator ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini, mulai dari data lowongan pekerjaan, laporan ketenagakerjaan ADP, Personal Consumption Expenditures (PCE), hingga nonfarm payrolls.

Tekanan juga menyebar ke logam mulia lainnya. Harga perak spot turun 4,5 persen menjadi 61,39 Dolar AS per ons. Platinum melemah 2,8 persen menjadi 1.727,88 Dolar AS per ons, sedangkan paladium terkoreksi 3,6 persen menjadi 1.220,65 Dolar AS per ons.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya